# kemana
" tidak apa apa , kamu makan dulu dari tadi kamu belum makan " ucap Bagas sambil menatap istrinya
April merasakan ada kehangatan dalam diri Bagas , walaupun ia dan Bagas masih belum kenal sejauh itu tapi April juga tidak bisa berbohong pada diri sendiri kalau Bagas adalah lelaki yang baik
April menganggukkan kepalanya lalu segera menyantap makanan yang sudah hampir dinggin karna ia abaikan sejak tadi
" kamu udah makan mas " ucap Aprilia pelan
" udah " balas Bagas lagi seperti ada sesuatu yang ingin ia katakan namun tak sampai keluar dari mulutnya
Aprilia memakan beberapa sendok nasi saja , ya walaupun ia sedang lapar tapi perasaannya yang sedang ia alami membuat perutnya tidak ingin menerima makanan
" udah mas" ucap April lagi sembari menaruh piring yang ia pegang di atas meja
" habisin pril kamu kan belum makan dari tadi pagi " balas Bagas memncoba merayu April agar mau makan lebih banyak
" ngak mas "
" yaudah aku taruh piringnya dulu " Bagas tau kalau April sedang sangat sedih jadi ia memilih untuk membantu April melakukan beberapa pekerjaannya
****
setelah menaruh piring di dapur Bagas kembali ke kamar yang akan ia tiduri bersama dengan April
baru Bagas masuk ke dalam ia binggung karna tidak melihat ada April di ranjangnya
Bagas mencari April ke kamar mandi namun ia juga tak melihat ada April di sana
" April " teriak Bagas memanggil istrinya
tidak ada jawaban dari April sama sekali tapi Bagas tidak menyerah ia memasuki beberapa ruangan untuk mencari keberadaan April
Bagas merasa lelah karna keluar masuk dari satu ruangan ke ruangan lain tapi masih saja tidak menemukan April ia terduduk di sofa sambil berfikir
sampai ia teringat ada satu ruangan yang masih belum ia lihat yaitu kamar almarhum pak Bram , segeralah Bagas menuju kamar itu ternyata pintu kamarnya tidak tertutup
tanpa ragu ragu Bagas langsung masuk dan benar saja ternyata ada April yang sedang tidur meringkuk memeluk satu bingkai foto