BAB 4

256 Words
tanpa pikir panjang Bagas mengambil bingkai itu dan di sana terlihat foto almarhum ayahnya Bagas merasa kasihan pada April , ia membenarkan posisi tidur April dan menyelimutinya " ayah..." ucap April sambil menarik tangan Bagas masih dengan mata yang tertutup "apa dia sedang mengigau " ucap Bagas pelan karna tidak ingin membangunkan April " jangan pergi yah...... jangan tinggalkan April sendiri" ucap April lagi dengan airmata yang keluar dari sisi matanya yang masih terpejam Bagas mencoba melepaskan tangan nya dari pelukan April tapi semakin Bagas paksa semakin erat pula Bagas menarik nafas panjang sambil memandang wajah April yang masih tampak sembab karna menangis seharian Bagas tidak tega melihat April yang seperti ini ya walaupun mereka baru saja bertemu dan langsung menikah *** tak terasa esok telah tiba tanpa sadar Bagas dan April tidur saling berpelukan Bruk April yang baru membuka mata dan melihat Bagas tepat di depan matanya respek mendorong Bagas hingga Bagas jatuh dari ranjang April langsung turun dari ranjang dan membantu Bagas " maaf, aku gak sengaja " " lagipula kenapa kamu tidur di samping ku , aku kan jadi was was" ucap April pelan April merasa bersalah pada Bagas tapi ia juga tidak suka dengan tindakan Bagas yang tanpa sepengetahuannya tidur di samping nya " bukannya kamu yang minta " jawab Bagas sambil sedikit menggoda April " enak aja aku yang minta , kamu aja yang m***m " umpat April tidak terima dituduh ia yang meminta Bagas tidur bersamanya " emang kamu lupa " bisik Bagas sambil berjalan meninggalkan April yang masih emosi
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD