Bab 28. Minta Tolong

1004 Words

Sandy keluar dari mobilnya, dan melangkah memasuki pagar rumah Damar dan Diana. Sandy butuh teman, karena beberapa hari ini sungguh menyesakkan baginya. Seolah detak jantungnya berhenti dan jiwanya dibawah pergi. Makan seperti tidak makan, minum tapi tidak seperti minum, semuanya hambar. Rumah Damar masih terang, tapi suasananya sunyi. Sandy mengetuk pintu dan Diana yang membuka pintu lebih dulu. Diana merasa kasihan pada Sandy, namun begitu melihat wajah Sandy yang kusut, ia langsung menyingkir tanpa banyak tanya. “Masuk, San,” katanya singkat. Sandy melangkah masuk seperti orang yang kehabisan tenaga. Damar bangkit dari sofa, kaget melihat sahabatnya dalam keadaan seperti itu. “Belum ketemu Rayn?” tanya Damar langsung, tanpa basa-basi. Sandy menggeleng. Ia duduk perlahan, siku bert

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD