Daddy Summi

938 Words
Namun dalam hati...Mereka semua berpikir hal yang sama......Cellin…Bukan orang biasa. dan mungkin... Kehadirannya di sekolah ini…Akan mengubah segalanya. Jam menunjukkan pukul 17.00 sore. Hari pertama sekolah akhirnya selesai. Cellin, Summi, Hyumna, Mihe, Yunji, dan Yuna berjalan bersama keluar dari gerbang sekolah Raxyla. Suasana sore itu cukup ramai. Banyak siswa yang juga pulang, sebagian dijemput oleh orang tua, sebagian lagi naik kendaraan masing-masing. Mereka berenam berjalan santai sambil mengobrol ringan. Namun tiba-tiba Sebuah mobil hitam mewah berhenti tepat di depan gerbang sekolah. Mobil itu terlihat sangat elegan dan mencuri perhatian....Pintu mobil terbuka. seorang pria keluar dari dalam. Tubuhnya tegap, penampilannya rapi dengan jas mahal. Ia memakai kacamata hitam, dan wajahnya terlihat tegas namun berkarisma. Usianya sekitar 35 hingga 40 tahun, aura pria itu langsung membuat suasana di sekitar terasa berbeda. Langkah Cellin dan yang lainnya langsung terhenti. Summi yang melihat pria itu langsung berbinar. “Daddy!” serunya. Ia langsung berlari menghampiri pria tersebut. Cellin dan yang lain ikut berhenti, memperhatikan dari belakang. Summi memeluk pria itu dengan manja. “Daddy jemput adek ya!” katanya. Pria itu tersenyum lembut dan membelai rambut Summi. “Iya, sayang,” jawabnya hangat. Sementara itu, Mihe, Hyumna, Yunji, Yuna, dan Cellin mendekat dengan sopan. Mereka membungkuk bersamaan. “Summi Abeonim, annyeonghaseyo.” Pria itu tersenyum ramah. “Annyeonghaseyo.” Cellin ikut membungkuk, meskipun masih sedikit canggung. Tiba-tiba....Pria itu menatap langsung ke arah Cellin. Lalu berkata dengan tenang, “Ini pasti Cellin, ya.” Cellin terkejut. “Hah?” gumamnya pelan. Yang lain juga terlihat bingung. Summi langsung menoleh ke ayahnya. “Daddy kok tahu eonni Cellin?” Pria itu...Daddy Xion....tersenyum tipis. “Tentu saja tahu,” jawabnya santai. “Daddy tahu semua aktivitas di sekolah kamu, sayang.” Summi langsung mengangguk. “Oh iya ya…” Namun Cellin masih merasa heran. Kenapa beliau tahu aku? pikirnya dalam hati. Tanpa menjelaskan lebih jauh, Daddy Xion membuka pintu mobil. “Ayo, kalian semua masuk.” Mereka berenam saling berpandangan, lalu masuk ke dalam mobil. Posisi duduk mereka: Summi duduk di depan bersama ayahnya. Di kursi tengah ada Mihe, Hyumna, dan Yunji, Sedangkan di kursi belakang duduk Cellin dan Yuna. Mobil pun melaju. Selama perjalanan, suasana kembali ramai. Daddy Xion sesekali mengajak bicara mereka. “Mihe,” panggilnya. “Iya, dad?” jawab Mihe. “Usaha ibu kamu bagaimana? Tidak ada masalah, kan?” Mihe tersenyum santai. “Hehe… aman kok, dad. Tidak ada masalah.” “Kalau butuh bantuan, bilang saja.” “Iya, dad. Terima kasih.” Daddy Xion lalu melirik ke kaca spion. “Kalau Hyumna… masih sering menangis di rumah?” “IHHH DADDY!” Hyumna langsung protes. “Aku sudah nggak nangis!” Yunji langsung menyela. “Bohong, dad. Dia sering nangis.” Yuna ikut menambahkan sambil tertawa. “Iya, kemarin aja nangis gara-gara sepatunya disembunyikan Summi.” Summi langsung tertawa. “Eh itu bercanda!” Daddy Xion tersenyum geli. “Dedek Summi, nggak boleh nakal ya.” “Hehehe…” Summi hanya tertawa. Cellin yang duduk di belakang hanya bisa tersenyum kecil melihat interaksi mereka. Dalam hatinya .....Hangat banget alhamdullilah aku dikelilingi orang-orang baik … Ia merasa seperti melihat keluarga sendiri. Tiba-tiba... “Cellin.” Cellin sedikit tersentak. “Iya?” jawabnya. Daddy Xion berbicara dengan nada tenang. “Nanti bisa bicara sebentar?” Cellin sedikit gugup......“Eh… iya… bisa, om.” Seketika....Summi langsung menoleh.....Mihe, Yunji, Yuna, dan Hyumna juga ikut menoleh. Daddy Xion tersenyum kecil. “Jangan panggil om,” katanya. Cellin bingung. “Eh?” “Panggil seperti mereka. Daddy.” Cellin terdiam beberapa detik....Lalu pelan-pelan tersenyum. “Iya… dad…” Summi langsung tersenyum lebar....“Nah gitu dong, eonni!” Cellin ikut tersenyum....Meski dalam hatinya masih penuh tanda tanya....Perjalanan sekitar 15 menit akhirnya selesai. Mobil berhenti di depan sebuah mansion besar. Sangat besar, Sangat mewah. Cellin langsung terdiam....Matanya membulat. “Ini…” gumamnya. Bangunan itu terlihat seperti rumah di drama, Megah, Elegan, dan indah. “Bagus banget…” bisiknya tanpa sadar. Summi yang melihat ekspresi Cellin langsung tersenyum nakal....Ia mendekat pelan lalu tiba-tiba “EONNI!” “AHH!” Cellin kaget. Semua langsung tertawa. Summi memegang perutnya. “Lucu banget ekspresinya!” Cellin hanya bisa menghela napas. “Kaget aku…” Mereka pun turun dari mobil dberjalan masuk ke dalam mansion begitu pintu terbuka seorang wanita elegan berdiri di dalam. Aura-nya hangat dan lembut. Ia tersenyum begitu melihat mereka. “Mommy!” teriak Summi. Ia langsung berlari dan memeluk wanita itu. “Huaaa mommy, dedek kangen!” Wanita itu...Salisa....tersenyum dan memeluk Summi. “Iya, mommy juga kangen…” Ia mencium pipi anaknya dengan penuh kasih sayang. Mihe, Hyumna, Yunji, Yuna, dan Cellin mendekat.....Mereka membungkuk sopan. “Summi Eommoni, annyeonghaseyo.” Salisa tersenyum hangat. “Annyeonghaseyo.” Ia kemudian memeluk mereka satu per satu saat sampai di depan Cellin, salisa berhenti sejenak. Ia tersenyum lembut. Lalu merentangkan tangannya, Cellin sedikit ragu. Namun akhirnya ia membalas pelukan itu. “Terima kasih…” ucap Cellin pelan. Salisa tersenyum dan menggenggam tangan Cellin. “Kamu pasti Cellin, ya.” Cellin mengangguk. “Iya…” “Semoga kamu nyaman ya dengan mereka.” Salisa melirik ke arah anak-anak lain. “Soalnya mereka… agak nakal.” “Mommy!” serentak mereka protes. Salisa tertawa kecil. “Panggil saya mommy saja, ya.” Cellin tersenyum. “Iya… mommy.” Salisa mengangguk puas. “Bagus.” Ia kemudian mengajak mereka masuk lebih dalam. “Ayo, duduk dulu semuanya.” Mereka pun berjalan menuju ruang tamu yang luas. Cellin kembali terpukau melihat interior rumah dalam hatinya, ia kembali berkata....Ini… benar-benar dunia yang berbeda… namun di balik semua itu, Ia mulai merasakan sesuatu. Ada hal besar yang sedang menunggunya dan mungkin, pertemuan hari ini…Bukan kebetulan.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD