Bab 19

1962 Words

"Lo mau apa ha?!" Keano menatap lekat laki-laki yang ada dihadapannya saat ini dengan datar. Laki-laki itu tersenyum miring ke arah Keano. "Gue denger-denger lo suka balapan. Gimana kalau kita adu balapan sekarang?" tantangnya. "Bukan lo denger-denger lagi. Emang gue anak pembalab. Kenapa lo iri sama gue? Gue mainnya motor, lo aja yang banci mainin cewek sama berbi. Hmm," sahut Keano seakan meremehkan orang itu. "Jaga mulut lo!" Fahri menghampiri Keano. Ia ingat perkataan Tasya beberapa waktu yang lalu bahwa dia harus berhati-hati dengan Fahri, karena cowok itu licik. "Apa lo? Nggak suka?!" tantang Keano. "Denger ya Fahri yang katanya cool boy. Halah t*i, mending bad boy kayak gue tapi nggak bermuka dua. Gini ya, lo tuh harusnya tobat, minta ampun gitu. Masih aja suka nyari ribut

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD