Bab 20

2227 Words

Keano berjalan dengan tergesa dari lantai atas kamarnya. Jam sudah menunjukkan pukul 7 tepat. Ini sudah bisa ditebak bahwa Keano akan telat. Oh, bahkan sangat telat. Tapi saat dia ingin menginjakkan kakinya di anak tangga terakhir ternyata tali sepatunya belum ia ikat dan mengakibatkan ia harus nyungsep di lantai dengan posisi yang tidak elit. "Anjirr," pekik Keano. Raffa yang baru saja keluar dari kamarnya itu langsung menatap putranya dengan pandangan bingung. "Heh Keano. Ini udah jam 7 ngapain kamu masih tiduran di lantai sih? Kurang adem apa kamar kamu?" tanya Raffa sambil berlalu pergi dari hadapan anaknya. Keano masih menatap cengo ke arah orang tuanya itu, "Tuh orang tua bukannya nolongin anaknya malah ngajak ribut." dan akhirnya dengan sangat amat terpaksa Keano berdiri d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD