Kagum Dalam Diam-6

2256 Words

“Ca.” “Jamal.” “Kamu mau ke mana?” “Ke kamar aku, aku tidur di kamar khadamah.” “Ooo ... Ka—” “Ca,” panggilan suara dingin. “Nggih Gus.” “Aku mau lembur, bikinin kopi.” “Baik Gus. Duluan Mal.” Caca langsung menuju ke Ndalem. Yah, padahal mau ngobrol tentang Nada. “Gus Jamal masih ada urusan?” tanya suara dingin. “Eh, oh. Hehehe. Enggak Gus. Mari.” Widih. Caca Caca calonmu garang sekali. Masa ngobrol biasa sama kamu aja aku udah dipelototin dan diusir. Ya sudahlah besok lagi aku tanyanya. Aku pun memutuskan kembali ke pondok putra. ***** Memori Daun Pisang ???? Nada ???? Aku tak bisa menyembunyikan senyumku. Seminggu ini entah kenapa aku bahagia sekali. Apa karena aku tinggal menunggu porposal tesisku di ACC? Ah, pasti karena itu. “Ekhem.” Aku menoleh ke sumber suara. Dan l

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD