Sementara itu di dalam ruangannya, Erwin yang sengaja tidak datang ke studio sudah kembali sibuk dengan segala macam berkas penjualan yang membuatnya sangat puas. Begitu besar kemajuan yang diperoleh YKC sehingga dia yakin kakeknya akan bangga dengan kinerjanya dan tidak khawatir bahwa cucu lelakinya hanya bisa bersenang-senang saja. Kesibukan dan segala pekerjaan yang dilakukan Erwin tidak membuatnya lupa bahwa wanita yang menjadi istrinya saat ini berada di gedung yang sama dengannya tetapi sudah begitu lama Mayang belum juga datang menemuinya sementara dia tahu pemotretan sudah lama selesai. Sambil membaca berkas yang ada di depannya, Erwin meraih ponselnya dan mulai menekan nomor telepon Mayang. “Halo Yang, ada dimana?” tanya Erwin. “Aku sedang berjalan menuju kantormu. Ada apa?”

