“Terima kasih karna kamu mau mengantarku, Dan.” Kata wanita dengan senyuman manis di wajahnya kala memandang lelaki yang kini berdiri di hadapannya. Lelaki bertato yang kini mengantarkannya sampai ke depan gerbang keberangkatan bandara adalah lelaki yang sudah beberapa tahun ini menjadi pengisi yang selalu berada di dalam hatinya. Lelaki yang mengunci dan membuang jauh kunci hatinya. “Tidak masalah, ini salah satu permintaan maafku karna kemarin meninggalkan kamu di resto saat kita bertemu lagi untuk bicara.” Kata Dante dengan senyum yang sengaja ia berikan di wajahnya. Rasa bersalah pada Freada sedikit banyak membuatnya berfikir untuk mau mengantarkan wanita itu ke gerbang keberangkatan luar negeri hari ini. Freada sudah terlanjur mengambil penawaran

