“Mas, kok kamu keluar kota lagi sih?” tanya Malika dengan wajah penuh kesedihan. Malika sudah protes untuk yang kesekian kalinya karna suaminya itu nyatanya pergi lagi. Sudah 2 kali dalam seminggu ini, suaminya itu izin untuk pergi ke luar kota dan mengatasnamakan dinas dari kantornya. Padahal, Marshal memiliki jabatan tertinggi dalam divisinya dan bisa saja untuk urusan receh bisa diwakilkan oleh anak buahnya. “Ga bisa, Sayang. Aku ada meeting penting dengan seorang client yang ga bisa diwakilkan oleh anak buahku.” Ucap Marshal sambil memotong roti bakar yang baru saja ia oleskan selai kacang di atasnya. “Ya tapi ini udah yang kedua kalinya loh kamu pergi.” Protes wanita itu sambil mengerucutkan bibirnya. “Aku janji lusa akan pulang, Sayang. Jangan cemberut gitu do

