“Ummi ke pasar dulu ya, nanti kamu sarapan saja. Ummi sudah masak,” kata Ummi yang membawa keranjang belanjanya. “Ummi sudah masak? Sejak kapan?” tanyaku. “Sejak tadi, Nak.” “Maunya tadi Ummi bangunin Syafa saja, nanti Syafa yang buat sarapan.” “Udah kamu istirahat saja. Ummi sengaja masak supaya Ummi bisa langsung ke pasar.” “Ummi mau ke pasar lagi? Bukannya yang Syafa beli itu cukup?” “Cukup sih tapi Ummi mau beli sesuatu di pasar sekalian mampir ziarah.” “Iya, Ummi. Salam sama Abih ya. Tapi, Ummi tidak sarapan?” “Sudah, Nak. Nanti Ummi sampaikan salam kamu sama Abih ya. Ummi pergi dulu. Assalamu'alaikum,” ucap Ummi. “Waalaikumussalam,” jawabku. Sepeninggalan Ummi aku langsung menuju dapur untuk mencuci muka setelah itu melihat sarapan di atas meja, tapi sepertinya aku tidak la

