Dua hari berlalu, aku tidak tahu apa yang terjadi pada Mas Naren sehingga suamiku itu tidak ada kabarnya. Aku pusing dan aku merindukannya. Kemarin dia hanya mengatakan bahwa dia akan mengabariku, namun sampai saat ini dia tidak ada kabar. Ponselnya pun tidak aktif. Hatiku semakin gundah dan kesepian. Aku duduk di teras rumah dengan perasaan penuh harap agar Mas Naren datang dan menjemputku. Aku ingin pulang ke kota, tapi aku sudah melakukannya, namun banyak sekali orang yang demo di depan rumah. Apa yang harus ku lakukan? Apa aku harus terus menunggu? Setiap detik ku telepon Mas Naren, ponselnya tidak aktif. Aku ingin menelpon Frans dan Teguh, namun aku tidak tahu nomor mereka, aku sudah meminta kepada Lisa dan anak-anak, namun tidak ada yang tahu nomor ponsel kedua teman suamiku itu.

