“Ummi baik-baik saja, kan?” tanyaku ketika melihat Ummi tengah berbaring di ranjangnya. Hari masih sangat pagi, tapi Ummi sudah berbaring. Apakah Ummi menyesal telah melakukan itu pada Paman? Tidak ada pilihan lain selain menghampiri Ummi dan bertanya kepadanya. “Ummi tidak apa-apa, Nak,” jawab Ummi. Aku menyentuh lengan Ummi dan menggelengkan kepala. “Syafa tahu Ummi tidak sedang baik-baik saja.” “Dulu kakekmu mengatakan bahwa Ummi harus menjaga pamanmu, dan selalu menolongnya dikalah susah. Tapi, sekarang Ummi menolak keinginannya,” lirih Ummi menggelengkan kepala. “Kalau Ummi menyesal, Ummi kan bisa ke rumah Paman.” “Ummi tidak menyesal, Ummi hanya menyayangkan sikap pamanmu dan keluarganya,” lirih Ummi. “Dengan begini Ummi juga bisa membuat mereka sadar apa yang mereka lakukan.”

