Tanpa Rasa Malu

1549 Words

Syafana POV. Aku terbangun dari tidurku ketika merasakan cahaya masuk dengan kejam menggangguku. Aku membuka pejaman mataku dan hendak membelakangi cahaya, namun aku dikejutkan dengan tatapan Mas Naren saat ini. Aku menyadari apa yang terjadi semalam, tapi aku tidak tahu jika Mas Naren sudah bangun sepagi ini. Bahkan tubuhnya sangat bercahaya dan ototnya terlihat jelas. Tapi, kenapa Mas Naren terbangun dan menatapku? Apa dia sudah sejak tadi membuka mata? Oh Tuhan, kenapa dengan jantungku? Kenapa jantungku berdetak begitu kencang. Hatiku berdebar hebat. Aku berusaha tenang, aku tidak mau memperlihatkan betapa gugupnya aku saat ini. “Mas?” tanyaku. “Pagi,” ucapnya. Sejak kapan Mas Naren mengucap itu? Pagi ini adalah yang pertama kali. Jantungku kembali berpacu hebat. “Pagi, Mas,” jawa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD