Tidur Bersama (N)

1305 Words

“Mas, kamu masih sadar kan?” tanya Syafana yang saat ini menatapku heran. “Heem? Maksudnya?” “Apa kamu tak sadar kalau sudah memakan tiga piring makanan di sini?” tanya Syafana lagi. “Haa? Tiga piring? Padahal aku masih mau nambah.” “Mas, sudah. Nanti begah loh.” “Tidak apa-apa. Aku baik-baik saja,” gelengku. Aku malu sekali ketika Syafana melihatku begitu heran, sementara aku baru setengah jam yang lalu bertanya apakah makanannya enak dan aku tidak terbiasa makan di pinggir jalan. Tapi nyatanya, rasanya memang sangat enak dan mengenyangkan. Syafana hanya bisa menungguku dan aku menoleh melihat abang-abang penjual. “Bang, bungkus dua ya.” “Masih mau dibungkus, Mas?” tanya Syafana lagi. “Aku belum kenyang, Syaf.” Aku menggelengkan kepala. “Soalnya nasinya sedikit.” Syafana mengang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD