Sementara itu, di rumah tahanan tempat Gerry dipenjara. “Tahanan 2381, ada pembesuk!” Polisi memanggil tahanan yang dimaksud dan menggiringnya. Dalam keadaan tangan diborgol, Gerry berjalan di depan polisi yang mengikutinya. Pria itu berwajah datar, ia sudah tahu siapa orang yang akan menemuinya saat ini. “Silakan, Nona.” Seorang polisi mempersilakan Jesslyn untuk masuk ke ruang besuk. Tentu saja tindakannya ini ia lakukan setelah memberi uang pada petugas kepolisian agar tidak membocorkan informasi mengenai kegiatannya hari ini. Ia tidak mau dituduh memiliki hubungan dengan Gerry karena membesuknya ketika di tahanan seperti ini. Gerry duduk di sebuah kursi yang disediakan oleh polisi. Begitu pula dengan Jesslyn, yang langsung duduk berhadapan dengan pria tersebut. “Apa yang kau m

