“Aku ... sudah dapatkan yang kau mau.” Rico tiba-tiba masuk dan menerobos ke kantor tempat kerja Harry. Hal tersebut membuat Harry terkejut dan menghentikan pekerjaannya. “Kau datang tanpa permisi.” Harry menggerutu. “Tidak ada yang mencegahku,” bela Rico pada dirinya. Harry hanya terdiam sambil berdiri berkacak pinggang. Memang benar apa yang Rico ucapkan, hari ini ia tak memiliki sekretaris yang akan mengatur jadwalnya. Pria itu ingin marah, tapi semua ini adalah keputusannya sendiri. Ia tak ingin Sinta menjadi sekretarisnya. Tak boleh ada yang mengisi bangku sekretaris selain Ratu. “Sudahlah, ada apa kau kemari?” tanya Harry. “Ini!” Rico menunjukkan sebuah flash disk pada Harry. “Kau tak tahu aku akan bekerja secepat ini?” ujar Rico sambil terkekeh. “Kemarikan!” Harry mengambil

