64. Cinta Fiktif

1181 Words

Seperti biasa, sesampainya di rumah Jesslyn, wanita itu langsung membakar surat pemberian Gerry. Kali ini ia gunakan api dari lilin aroma terapi yang ada di kamarnya. Hingga menjadi abu, yang akhirnya dibuang oleh Jesslyn dan tak bersisa. Dia duduk di sebuah kursi pijat yang tidak menyala, merebahkan tubuhnya, menyandarkan punggungnya, lalu memejamkan mata. Bagi Jesslyn, ia tak ingin terpengaruh oleh ancaman-ancaman surat kaleng yang dikirim oleh pria misterius. Kemudian dia melihat seseorang mengiriminya sesuatu. “Apa lagi ini?” gerutu Jesslyn. Nona, ini adalah keberadaan Ratu yang terbaru. Maaf, saya baru bisa menghubungi Anda karena di sini tidak bisa mendapat sinyal yang bagus. Jesslyn mengembuskan napasnya. Ia mengirim seseorang untuk membuntuti Ratu dari kejauhan, tak ia kira

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD