Aku Harus Jujur

1113 Words

Roni keluar ICU lebih dulu. Elang memilih kamar termahal di rumah sakit itu untuk Papanya. "Gimana perasaan Papa?" tanya Elang yang duduk di samping tempat tidur Roni. Tepat di sebelahnya ada Samuel yang masih terus terisak. Wajar, Lena masih ditangani di ruang ICU dan hingga detik ini dokter belum mengabarkan perkembangan apa-apa. "Badan Papa rasanya remuk semua. Tangan, kaki, semuanya susah digerakkan." Elang menghela napas prihatin. "Kok, tiba-tiba Papa bisa lepas kendali? Ngebut, ya?" Ini memang bukan waktu yang tepat menanyakan itu, tapi Elang tidak bisa menahannya. Roni tidak langsung menjawab. Dia memang buru-buru agar bisa tiba di lokasi sebelum acaranya dimulai, tapi kecepatan mobilnya masih terbilang wajar. Tadinya Roni ingin menggeleng, tapi otot lehernya terasa kaku. Akhir

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD