Selama menunggu Lena mengatakan sebuah kejujuran, mereka seolah bisa saling mendengar detak jantung masing-masing. Lena menguatkan hati sekali lagi. Dia paham, setelah ini dia akan kehilangan banyak hal, tapi dia sudah siap menjemput risiko itu. "Diana nggak pernah selingkuh dengan Hanggono, Pa. Mama yang menjebaknya." Fakta itu seolah menghentikan waktu di sisi Roni selama beberapa saat. Dia butuh ruang sendiri untuk mencerna kalimat itu baik-baik. Sementara Elang, atensinya meningkat begitu mendengar nama Ibunya disebut. Nama yang nyaris dia lupakan saking lamanya terbenam dalam palung kebencian. Samuel menatap Mama dan Papanya bergantian. Sama seperti yang lain, kalimat itu seketika membuatnya bingung. Apakah itu artinya, ibu yang dibangga-banggakannya selama ini adalah seorang pem

