"Saat itu Mama kaget banget, Pa. Laki-laki yang membuat Mama jatuh cinta pada pandangan pertama ternyata suami karyawan Mama." Lena berjengit menahan sakit, padahal ceritanya masih panjang. "Istirahat aja dulu, Ma, jangan dipaksain." Samuel menyela. "Mama bisa cerita lagi semuanya setelah sehat nanti." Lena menggeleng lemah. "Mama takut nggak punya banyak waktu lagi." Samuel dan Roni bersitatap. Mereka tidak bisa mencegah lebih jauh. "Untungnya saat itu Mama bisa langsung bersikap biasa-biasa aja dan nggak menimbulkan kecurigaan apa-apa." Lena melanjutkan ceritanya. "Tapi, anehnya, meski tahu Papa sudah punya istri, hati Mama masih saja terus menginginkan Papa." Mendengar hal itu seketika kening Elang berkerut dalam. Itu pengakuan gila! "Hari-hari berlalu. Mama senang banget kalau Pa

