Saat Anisa sedang merapikan tempat tidur, tiba-tiba Elang masuk. Tanpa berkata apa-apa dia langsung mengambil handuk di lemari dan masuk ke kamar mandi begitu saja. Lagi-lagi hati Anisa mencelus. Namun, dia berusaha menguatkan diri. Elang adalah lelaki yang dia pinta tanpa henti kepada Tuhan selama ini, dan dia pula yang menerima lamaran lelaki itu tanpa paksaan. Apa pun alasannya tiba-tiba berubah, Anisa akan berusaha sabar dan mencarinya pelan-pelan. Anisa tidak tahu seperti apa style Elang saat ke kantor, tapi dia bersikeras ingin menyiapkan pakaian selayaknya seorang istri pada umumnya. Sambil berusaha meredam segala gemuruh di dadanya, Anisa membuka lemari dan mulai mempertimbangkan setelan yang sekiranya cocok dipakai suaminya hari ini. Tidak begitu sulit, karena hampir seluruh isi

