"Whaaattt???" Ridwan terpekik setelah Samuel menceritakan semuanya. Tadinya dia heran, kenapa sampai diseret ke pantri segala. Ternyata, masalahnya bisa sangat serius kalau dia sampai keceplosan. "Serius, dia istri kakakmu yang super jutek itu?" "Andai bisa, aku pun nggak mau percaya." Samuel menghela napas berat. "Tapi begitulah. Aku terlambat ketemu dia." "Yakin, kamu bisa kuat sekantor sama orang yang kamu suka tapi nggak bisa lagi diperjuangkan?" "Selama kamu nggak nambah-nambahin beban." "Kok, jadi aku?" Ridwan menunjuk mukanya sendiri. "Karena semua orang juga tahu, seember apa mulutmu itu." Ridwan menutup mulutnya sambil memasang tampang pura-pura kaget. "Kamu, kan, udah tahu, nih, siapa Anisa sebenarnya, jadi tolong banget, ya, jangan lagi ungkit-ungkit soal bidadari atau a

