Ini Cinta atau Pelet?

1182 Words

Setibanya di mobil, Kikan memukul setir berkali-kali. Dan terakhir malah membenturkan kepalanya saking frustrasinya. Sudah capek-capek disusul ke rumah segala, tapi Elang tetap saja tidak berminat meladeni hasratnya. Padahal, tadi dia sudah lumayan jauh, bahkan berhasil menarik kemeja Elang dan nyaris melepasnya. Hanya saja, lelaki itu keburu sadar dan lagi-lagi mendorongnya dengan kasar. Meski tak pernah ada komitmen di antara mereka, hati Kikan tetap hancur menerima penolakan itu. Dia tidak pernah membayangkan bahwa pada akhirnya posisinya di samping Elang akan digantikan oleh perempuan lain. Dan kenapa harus perempuan kampung itu yang dipilih Elang. Di tengah kekacauan pikirannya, senyum licik terbit samar-samar di wajah Kikan. Saat Elang mengusirnya dari ruangan tadi, dia berharap is

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD