Duapuluh lima

2207 Words

Cecil masih didalam mobil dan melihat kak zaky yang sedang menembak arleta. Arlta pun memeluk kak zaky dan tersenyum, lili san rama pun keluar dari persembunyian lalu bertepuk tangan. Mereka berempat pun tertawa tertawa sementara cecil berdiam diri dimobil, rafa pun sudah keluar dari mobil. Saat rafa keluar dari mobil cecil pun mengikuti rafa, rafa pun berhenti dan menghadap kearah laut. Cecil memeluk rafa dari belakang. "Raf maaf" ujar cecil sambil memeluk rafa dan mengeratkan pelukannya, rafa masih diam. Rafa merasakan punggungnya basah, dengan cepat dia pun membalikan badannya. "Hey kenapa nangis?" Rafa melembutkan suaranya karena melihat cecil menangis "Hiks.. jang-an marah fa. Lo boleh bentak gua atau apaun tapi jangan diemin gua" ujar cecil terbata bata sambil menangis. Rafa pun m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD