Duapuluh enam

2242 Words

Rosela pov "Yasudah gua keruang rafa dulu ya" kataku sambil tersenyum diapun membalas senyumku. Lalu aku melangkahkan membuka pintu ruangan kerja rafa tanpa diketuk, aku melirik kearah salma yang menatapku khawatir. Kenapa dia menatapku khawatir. "Kalau ingin memasuki ruangan kerja saya silakan ketuk pintu terlebih dahulu" ujar rafa datar tanpa memandangku. Aku pun tau maksud salma untuk menghawatirkanku. Aku melihat dia tengah sibuk dengan berkas berkasnya, aku menaikan kepalaku lalu menatap 1 perempuan dan 3 laki laki yang berdiri didepan rafa dengan takut, mungkin mereka kena marah. Aku pun tersenyum, mereka berempat membalas senyumku. Yang para lekaki menatapku dengan lekat, aku hanya tersenyum melihatnya. "Jika dikantor dilarang memakai topi!" Ujar rafa tegas tanpa melihatku, aku m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD