Aku benci hidupku, bagaimana aku tidak membenci hidpku sendiri kalau aku hidup tidak mendapatkan kasih sayang orang tua? Orang tua ku kerja dan sering berada diluar kota atau luar negeri. Aku memang bisa dibilang orang kaya tapi untuk apa itu semua kalau ujung ujungnya tidak mendapatkan kasih sayang? Mungkin menurut orang tuaku uang adalah segalanya tetapi tidak bagiku karena menurutku kasih sayang adalah segalanya. Dari umur 6 tahun aku sudah tidak pernah mendapatkan kasih sayang sampai sekarang umurku 17 tahun.
Aku berniat buat merubah semua penampilanku. Aku tadinya seorang yang cantik dan modis sekarang merubah penampilanku menjadi nerd semenjak satu tahun yang lalu. Satu tahun yang lalu aku merubah penampilanku menjadi nerd karena aku kabur dari rumah, aku takut jika aku kabur dari rumah tetapi tidak merubah penampilanku maka orang tua ku menyuruhku pulang. Aku tidak mau pulang, menurutku rumah sebesar itu seperti kuburan saja. Aku keluar dari rumah tidak membawa benda benda berharga lainnya, aku hanya mengambil uang ku dan beberapa kartu ATM dan lainnya, lalu membawa baju bajuku serta tas ku dan yang pasti laptop ku.
Aku tinggal di kos kosan selama setahun ini. Dan aku tau selama setahun ini kalau orang tuaku menyuruh anak buahnya untuk mencariku, apa yang tidak bisa dilakukan keluarga ku? Semuanya bisa. Karena keluargaku adalah keluarga walker. Tetapi aku tidak pernah menggunakan nama walker dinama belakang ku. Jika aku bisa maka aku akan menghapus nama walker dalam namaku, namun aku bisa apa? Aku hanya seorang gadis biasa.
Namaku Rosela cecilia walker, tetapi aku hanya menyebutkan nama Rosela cecilia saja, aku tidak memakai embel embel walker pada namaku. Buat apa nama walker tersebut, tidak pengaruh terhadapku. Aku akan bersekolah di Garuda High School atau biasa dibulang GHS, aku kelas 2 SMA. Aku baru masuk sekolah karena aku baru mendaftarnya kemarin.
Rosela POV
"Selamat pagi anak anak" kata wali kelasku yang kuketahui bernama ema, aku mengikutinya dibelakang. Hari ini adalah hari pertamaku bersekolah. Semoga lancar..
"Pagi buu" jawab semua murid kompak.
"Hari ini kalian kedatangan murid baru" ujar bu ema sambil menunjukku.
"Oh, nerd" kata seseorang perempuan, yang dandangannya kayak mau kepesta aja. Orang orang memandangku dengan tatapan membunuh, sinis, mengejek dan lainnya. Rata rata mereka tidak peduli terhadapku. Sudah kubilang kalau aku ini bergaya seperti nerd, memakai kacamata tebal dan bulat serta rambut dikepang dua.
Aku mulai mengedarkan pandanganku dikelas ini dan aku menemukan sosok cowok duduk paling belakang menatapku dengan malas dan cuek, cowok itu bisa dikatakan ganteng. Aku pun mulai mengedarkan pandangaku lagi dan menemukan perempuan memakai kacamata sambil tersenyum kepadaku, kubalas dengan senyuman lalu aku mengedarkan pandangan lagi dan terhenti ketika melihat perempuan sedang memainkan ponselnya dan acuh terhadapku.
Sejenak aku memperhatikan perempuan itu, sepertinya aku mengenalnya. Jangan bilang kalau dia-- ah tidak mungkin.
"Perkenalkan namamu nak" ucap bu ema lembut aku pun mengangguk
"Perkenalkan nama gua Rosela cecilia." kataku singkat dan jelas. Kulihat semua orang menganga tak percaya karena pengenalanku. Aku bingung emangnya aku harus memperkenalkan diri kayak gimana? Harus dijelaskan gitu kalo aku sengaja pura pura jadi nerd? Gak kan. Kulihat cewek yang memainkan ponselnya mengangkat kepalanya dengan cepat ketika aku selesai menyebutkan namaku, dia terlihat kaget lalu berdiri dari duduknya.
"WWWOOOOOOOOOOO!!!!" Teriak sambil menunjuk nujuk ku. Aish ini mah bisa ketauan kalo aku menyamar, jadi perempuan yang memainkan ponsel itu sebenarnya sahabatku yang bernama--
"Arleta dewi! Apa apaan kamu teriak teriak gitu" marah bu ema. Baru saja ingin kusebutkan tetapi bu ema sudah duluan menyebutkannya. Ya nama perempuan itu arleta dewi.
"Gpp bu, saya kaget aja dapet murid baru nerd" jawabnya sambil cengengsan. Semua orang terekeh mendengar jawabannya
"Kenapa?" Tanya ku polos, kulihat dia salah tingah dengan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Kenapa emangnya kalo dia nerd? Kamu mau ngebully dia kayak yang lain?" Tanya bu ema. Kulihat arleta hanya meringis saja, kudengar arleta adalah salah satu cewek populer di GHS ini. Tapi yang aku heran adalah sejak kapan dia suka ngebully orang?
"En..ggak kok bu. Ih ibu ini seuzon aja"katanya gugup. Kudengar yang lain pada terkekeh
"Baiklah, kembali duduk arleta. Rosela kamu duduk sama liliana ya" kata bu ema lalu aku mengangguk. Ternyata yang bernama liliana adalah cewek yang memakai kacamata dan tersenyum kepadaku.
"Hai" sapanya setelah aku duduk
"Hai juga" jawabku kiku
"Nama gua liliana sari" katanya sambil mengulurkan tangannya
"Rosela cecilia" kataku membalas uluran tangannya,
"Baiklah kalau begitu ibu permisi dulu ya, ada rapat guru soalnya mengenai lomba lomba tahunan" kata bu ema wali kelasku dan berjakan keluar kelas. Aku melihat arleta 2 bangku didepanku.
Aku masih tidak percaya bahwa aku akan bertemu dengan sahabatku? Apa aku pura pura tidak mengenalnya saja ya. Ah ide bagus tuh. Batin ku
"Kantin yok ta" aku mendengar seseorang wanita menghampiri arleta dan mengajaknya kekantin, kuakui dia cukup cantik menggunakan up cantik, tetapi karena dandanannya saja yang terlalu mencolok dengan kuncir rambut pink dan menggunakan aksesoris lainnya jadi terlihat sedikit alay. Malah menurutku cantikan liliana dibanding dia.
"Selby kayaknya gua gak mau ke kantin deh" kata arleta menolak selby secara halus, aku pastikan dia mau menanyai tentang mengapa aku menjadi nerd dan tidak menghubunginya selama setahun ini.
"Li gua mau ke perpus, lo mau anterin gua gak? Gua gak tau dimana perpusnya" kataku meminta pada lili, suaraku sengaja kukeraskan sedikit biar arleta mendengar ucapanku, kuperhatikan dia melihatku dengan tajam
"Berisik. Dasar nerd" kata selby membentakku. Aku hanya diam saja dan menggumamkan kata maaf
"Yaudah yok, sekalian gua mau keperpus" kata lili sambil mengangguk, aku menatapnya dengan senyum mengembang. Pada saat aku ingin melangkah kulihat selby menatapku sinis dan kulihat arleta menatapku tajam. Kucoba acuhkan pandanganku saja dan berlalu pergi menuju perpus.
"Lo mau keperpus ngapain?" Tanya lili, aku hanya mengangkat kedua bahuku saja tanda aku tidak tau mau ngapain
"Aneh lo. Lo liat liat aja ya, gua mau ngerjain tugas dulu" katanya, aku hanya mengangguk dan mulai menelurusi rak rak buku itu dan aku menemukan sebuah buku bintang. Pada saat aku ingin mengambil ternyata ada orang juga yang mengambilnya.
"Maaf" ujarku sambil melepaskan tanganku dari buku itu dan membiarkan dia mengambil buku itu. Mana buku itu cuman satu lagi, aku kan pengen banget baca tentang bintang tapi yaudah lah, kapan kapan juga bisa.
"Hmm" dehemnya, aku menatap dalam kearah matanya, mata hitam pekat.. sepertinya aku pernah melihatnya tapi dimana ya. Oh iya laki laki tadi sekelas denganku, aku lupa menanyakan namaya tapi dia sudah keburu pergi. Yasudahlah
"Udah ketemu apa yang lo mau?" Tanya lili aku hanya menggeleng lemas
"Yaudah yuk kita kekelas lagi aja" ajak lili, aku hanya mengangguk.
Pada saat melewati koridor aku melihat kakak kelas perempuan sedang berjalan berkelompok dan beserta selby. Mereka semua melihat kearahku dan lili. Entah kenapa aku punya firsat buruk, kulihat lili menggenggam tanganku kuat.
"Lo sering dibully sama mereka?" Tanya ku berbisik kuliha lili hanya mengangguk. Aku hanya menghela nafas gusar. Mereka semua berjalan kearahku dan lili.
"Hai anak baru, kita belom kenalan kan? Jadi kenalin nama gua sarah. Gua kakaknya selby" kata perempua itu yang kuketahui kakaknya selby dan bernama sarah.
"Hai tante.. nama gua rosela cecilia" ujarku polos sambil tersenyum lebar. Kulihat dia kaget akan ucapanku dan yang lain tengah menahan tawa.
"Lo manggil gua apan tadi?" Tanya nya berteriak. Murid lain pun pada menoleh kearah kami
"Tante, emang kenapa? Salah ya?" Kataku polos
"Tante lo bilang? Cewek cantik kayak gua lo bilang tante?" Teriak nya histeris.
"Iya te, kan dandanan lo kayak tante tante soalnya. Bedak nya tebel banget" kata ku sambil menunjuk wajahnya yang tebal akan bedak. Kulihat anak anak pada tertawa.
"Sialan lo ya. Anak baru aja udah berani ngelawan gua, dan lo inget lo itu cuma nerd!" Bentak kak sarah sambil mendorongku hingga terbentur dinding. Kurasakan sakit menjalar ditubuhku.
"Lo belom tau siapa gua. Dan lo udah kena masalah karena ngatain gua" kata kak sarah sambil menjenggutku hingga membuat ku meringis. Dia memerintahkan sidekick nya untuk menuangkan air es dikepalaku.
Byurr
Aku pun menggigil karena air itu. Sementara mereka menatapku dengan tatapan mengejek.
"Inget ya cupu lo itu gak pantes sekolah disini! Selama lo sekolah disini gua bakal buat lo menderita!" Bentak kak sarah lalu pergi bersama selby dan sidekick nya meninggalkan aku yang sudah duduk dilantai dengan menggigil. Banyak siswa siswi yang meperhatikanku dengan tatapan tajam ada juga yang iba dan ada juga yang sinis.
"Lo gpp kan?" Tanya lili khawatir. Aku hanya bisa mengangguk karena ini dingin sekali.
"Aduh lo sih ngapain ngelawan kak sarah? Lo nekat banget sih" ucap lili sambil membantuku berdiri tetapi tidak bisa karena badan dia lebih kecil dari padaku. Ku lihat sudah sebaian anak anak yang meninggalkanku dan sebagian lagi menatap ku iba. Ku lihat anak anak membuka jalan dan memperlihatkan arleta sedang berjalan kearahku, siswa siswi pun pada bubar saat melihat arleta.
"Gua gpp, temenin gua ya li" ujar ku mencoba berdiri, pada saat mencoba berdiri kurasakan seluruh tubuhku sakit. Aku meringis sedikit tetapi aku tetap mencoba untuk berjalan, aku tidak mau bertemu dengan arleta.
"Lo bisa jalan?" Tanya lili, aku mengangguk. Pada saat melewati arleta dan beberapa murid, tanganku ditahan seseorang dan kulihat arleta menahan tanganku.
"Pakai jaket gua" kata arleta membukakan jaketnya dan memberikannya kepadaku, aku sempat menolak tetapi dia memaksa, jadi terpaksa aku mengambilnya
"Thanks" ujarku tersenyum, dia mengangguk lalu pergi. Aku bisa merasakan arleta tersenyum
"Tumben arleta baik" kata lili, aku hanya mengabaikannya