40 Retak

835 Words

Na Mi memandang orang di seberang ruangan dengan tatapan datar. Saat ia merasa tidak akan ada lagi yang datang untuk menjenguknya di sel ini, ternyata Min Ho masih tetap datang. Ia mulai merasa jika mungkin dinding pembatas ini tidak ada, maka Min Ho akan benar-benar mengajaknya jalan-jalan. “Apa yang kau butuhkan di sini?” tanya Na Mi pelan, mengusir khayalan aneh itu. “Aku ingin melihatmu,” jawab Min Ho pendek. Na Mi mengembuskan napas pelan. “Jangan membuang waktumu. Maaf karena aku masih tidak mengingatmu, tapi kau menyia-nyiakan waktumu. Aku yakin kau punya setumpuk pekerjaan yang seharusnya kau kerjakan sekarang. Kau tidak perlu menjengukku karena aku tidak akan bisa pergi ke mana-mana. Aku baru akan pergi sepuluh tahun lagi,” ujar Na Mi lagi dengan masih sama datarnya. “Maaf, se

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD