Mercy "Awas tumbang lagi nanti abis malem pertama Mey," celetuk Roni yang baru masuk ke dalam ruang istirahat residen, masih lengkap dengan pakaian operasinya yang sudah basah akibat keringat. "Nggak nyangka aja gue kalo lo bisa move on dari Sergio. Dulu mana mau lo nikah kalo nggak sama Sergio?" Aku langsung melempari Roni dengan roti coklat yang paling dekat denganku. "Gue emang lagi laper Mey. Tahu aja lu..." Sekarang aku jadi bulan-bulanan temanku sendiri, maupun konsulen. Awalnya sih aku anggap mereka perhatian karena selalu memberitahuku untuk banyak istirahat, makan yang sehat, juga jatah jaga malam ku dikurangi. Tapi belakangan, kok rasanya bukan perhatian lagi. Malahan, mereka membahas soal pernikahanku yang tinggal beberapa hari lagi kalau dihitung. Tanggal 12 Desember. Seka

