Twenty One

1682 Words

Andrew Saat aku melihat Mercy lunglai ke lantai, aku langsung menggendongnya ke UGD. Aku panik melihatnya jatuh sesaaat setelah melihatku muncul. Yang ada dalam pikiranku, langsung negatif. Rasa takut akan kehilangan seseorang lagi membuatku panik. Aku sudah kehilangan Lita, baru saja kehilangan Amel. Kini aku melihat Mercy yang lemah, sedang berbaring di atas tempat tidur, memejamkan matanya dengan wajah pucat pasi. Karena tidak bisa mendengar informasi dari Mercy secara langsung, maka dokter yang berjaga di UGD meminta Heru untuk memberi keterangan yang dilihatnya seharian ini. Baru setelah itu Mercy diberi infusan dan darahnya diambil untuk dites. "Vertigo." Dokter jaga di UGD mengatakan itu. "Minimal tiga harilah dirawat. Nanti kalau kamarnya sudah siap, kita pindahin ke ruang pera

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD