Twenty Nine

1322 Words

Andrew "And thanks to you, I find my way back to be a doctor. Unfortunately, malah kamu yang kehilangan itu semua." Mercy menutup ceritanya tentang kali pertama dia bertemu denganku. Tentunya Mercy menyunggingkan seulas senyuman khas yang dimilikinya. "Harusnya aku lahir delapan atau sembilan tahun lebih cepet." Aku mengernyitkan dahiku, "Kenapa begitu?" "Supaya aku bisa ngomong ke kamu buat jangan keluar dan ngundurin diri begitu aja hanya karena perempuan yang udah memilih untuk meninggalkan kamu." Dia menarik napas dalam-dalam untuk mengisi kembali oksigen dalam tubuhnya yang sepertinya banyak terkuras setelah bercerita. "Mer, if you have known me before, then why you have to be so mad at me like that?" Tanyaku padanya. Mercy menghampiriku sambil melingkarkan kedua tangannya di leh

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD