Bab 14 Bagaimana Kalau Menikah?

1324 Words

“Dari mana bapak tahu?” Pipi Sabrina memerah menahan malu. Ia tidak menyangka Gama bisa membahas soal mobil yang dia inginkan. Bahkan membuatnya sebagai alasan. “Brosurnya ada di mejamu, kamu memandanginya terus jadi bagaimana bisa aku tidak tahu.” Sabrina kicep, dia mengangguk lalu menyesap minuman soda yang ada di meja. Baik dia dan Gama terdiam beberapa saat, hingga Gama mengurai tangan yang masih bersedap. Ia akhirnya memilih untuk jujur. “Hanya kamu yang bisa membantu, karena kamu satu-satunya orang yang aku nilai tulus.” _ _ Sepanjang perjalanan pulang ke rumah, Sabrina hanya diam sambil memeluk tasnya. Dia bahkan seperti orang linglung setelah Gama menjelaskan padanya. Untuk pertama kali, Gama jujur dengan asal usul Maha ke orang lain dan itu adalah dirinya. Sabrina me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD