“Tunggu … tunggu Pak, lusa apa tidak terlalu mepet? Saya belum punya kostum Pak, biasanya cari kain terus jahit itu setidaknya perlu waktu, dua minggu itu paling cepat.” BRUK Mata Sabrina terpejam, dia tak berani mengaduh saat kepalanya baru saja membentur punggung Gama, dia sejak tadi berjalan di belakang pria itu. Gama baru saja berkata akan datang ke rumah Sabrina bersama orangtuanya besok. Gadis dengan kemeja biru itu pun mengerjab, Sabrina melihat pundak Gama turun, pria itu berbalik sambil membuang napas kasar dari mulut, dan entah kenapa Sabrina selalu saja dibuat membeku saat ekspresi wajah Gama seperti itu. “Minggu ini Maha ulang tahun, dia meminta hadiah yang hanya bisa diwujudkan olehmu, jadi tante Sabsab … “ Gama mendekatkan wajah dan reflek Sabrina pun memundurkan kepala.

