“Kamu sudah datang ke butik ‘kan?” Acara lamaran besok dan Sabrina malah menggeleng menjawab pertanyaan Gama, terang saja pria itu melipat kening. Ia heran kenapa Sabrina bersikap seperti ini, Gama dengan rasa kesal berucap- “Sudahlah Sab, kalau kamu memang tidak ingin membantu. Lupakan saja! aku tidak bisa memaksa orang untuk bersikap baik dan menuruti kemauanku, aku akan bilang ke keluargaku bahwa acara besok batal!” Tepat setelah berkata seperti itu Gama meninggalkan Sabrina masuk ke ruangannya, sedangkan gadis itu terdiam membeku sambil memainkan kunci mobil Gama yang ada di tangan, seperti biasa setelah mengantar pria itu waktunya dia menjemput Maha ke sekolah. Sabrina memutar tumit pergi menjauh, bahkan dia tidak peduli dengan tatapan Leo yang berpapasan dengannya di lift, seben

