Aku menutup laptopku dan berjalan keluar dari ruanganku. Entah kenapa hari ini aku hanya ingin bersantai dan menghabiskan waktu bersama gadisku. Sial! Aku benar benar menyukai saat aku mengatakan Jessica adalah gadisku. Aku membuka pintu ruanganku dan berjalan ke meja sekretarisku. Damn! Anna benar benar berniat merayuku. Liat pakaiannya, kemeja ketat dengan dua kancing atas terbuka. Payudaranya serasa mau tumpah. Mungkin aku akan meminta ke bagian HRD agar para karyawatinya diwajibkan memakai baju dan celana panjang yang longgar. Well, aku sudah tidak terlalu tertarik lagi pada tubuh wanita lain selain Jessica. Sekarang, lekuk mereka membuatku risih kecuali milik Jessica tentunya. Aku berdiri di depan meja Anna dan Anna langsung mendongak menatapku. Matanya berbinar dan dia memajukan

