135

1309 Words

Gahar memasuki kamar kost Puspa. Lebih tepatnya, kamar bekas karena si penghuni sudah meninggalkannya. Semua sudah bersih dan menurut penjaga, barang-barang wanita itu diberikan ke penghuni kost lain. Para penghuni tentu senang karena semua barang-barang itu baru dibeli kurang dari tiga bulan lalu. Repot pindahan pasti bukan satu-satunya alasan mengapa Puspa tidak membawanya, melainkan karana barang-barang itu Gahar lah yang membelinya. Bagus, lagipula Gahar tidak pernah berharap apapun yang pernah diberikannya akan dikembalikan. Itu pantang bagi seorang Gahar Gunawan. Walau sangat singkat, kamar kost ini pernah menjadi saksi kebersamaannya dengan Puspa. Namun, semuanya sudah berakhir. Entahlah, Gahar benci karena melupakan Puspa ternyata sesulit dan sesakit ini. “Gimana, Mas?” Gah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD