“Kalau bukan anak kamu terus anak siapa?” tanya Puspa dengan nada tak habis pikir. Puspa saja butuh waktu semalaman penuh tercengang saat mengetahui dirinya hamil meski sudah menduganya dari tanda-tanda. Sedangkan Gahar? Dia bahkan tidak terdengar terkejut sama sekali. Mulutnya enteng sekali menanyakan sesuatu yang masuk akal jika ditanyakan pada jalang yang setiap malam tidur dengan pria berbeda. Puspa benci dirinya sendiri karena terlalu berprasangka baik, berpikir Gahar pasti telah belajar dari pengalamanmu dengan Celine. Padahal kenyataannya, Puspa terkejut karena Gahar ternyata lebih buruk dari yang ia sangka. “Kamu yang hamil, seharusnya kamu yang paling tahu.” Puspa menelan ludah pahit. “Aku cuma tidur sama kamu,” cicit Puspa tercekat. “Benarkah?” Puspa tak bisa berkata-kata,

