Puspa gagal membuktikan ucapannya bahwa bercinta dengan Gahar maknanya hanya sebatas kebutuhan biologis semata. Bukan, bukan karena Puspa menolak tantangan Gahar, melainkan karena bahasa tubuh Puspa menyiratkan bahwa gadis itu sangat mendamba Gahar dan Puspa tahu berbohong hanya akan membuat dirinya makin tampak konyol. Di bawah selembar selimut yang sama, keduanya tengah berbaring miring saling berhadapan. Ya, tentu saja dengan tubuh telanjang di bawah selimut. Keduanya tampak kelelahan, tapi sama-sama tak terlihat ingin menutup mata. "Kenapa nggak tidur?" Puspa bertanya usai Gahar menguap lebar dan membuat mata lelaki itu makin merah dan berair, sepertinya sangat memaksakan diri agar tetap terjaga. "Supaya aku bisa lihat kalau kamu pergi," jawab Gahar. "Terakhir kali, begitu selesai

