“Maaf, kamu jadi harus jauh nyamperin aku,” ujar Gahar sesaat setelah memastikan Celine duduk dengan nyaman di kursinya. Lantaran terbatasnya waktu yang Gahar miliki, Gahar mengajak Celine makan siang bersama tapi terpaksa lokasinya di dekat kantornya. Celine tersenyum kecil sembari menggelengkan kepala pelan. “Enggak apa-apa, Kak. Emangnya apa yang mau Kakak bicarakan?” “Nanti saja, ayo sambil makan. Aku nggak tahu apa yang enak di restoran ini, tapi sepertinya kamu selalu bisa memilih makanan enak.” Celine menyipitkan mata curiga. “Ih, apaan, Kak? Jangan bikin aku deg-degan, kayaknya serius banget.” “Bukan-bukan, ini cuma obrolan biasa,” jawab Gahar sembari tertawa kecil, usaha yang tidak terlalu ampuh untuk mencairkan suasana. Bahkan jika jeli, siapapun pasti bisa merasakan kecangg

