87

2008 Words

Gahar berdiri di depan kamar hotel Puspa dengan perasaan jauh lebih ringan, tak seperti sebelumnya yang merasa seperti mendatangi selingkuhan. Puspa sangat senang ketika tahu-tahu Gahar sudah ada di kamar hotelnya begitu ia keluar dari kamar mandi usai mandi sore. Kedatangan Gahar sungguh tak disangka-sangka karena ini masih sore, juga karena Gahar tidak bilang akan datang. “Masih sore sudah pakai piyama saja,” komentar Gahar, melihat Puspa keluar kamar mandi telah memakai setelan piyama panjang. Bibir Puspa mengerucut, ia berjalan mendekati Gahar sambil melilitkan handuk ke rambutnya yang masih basah. “Lagian nggak mau ke mana-mana juga, kan?” Dengan santai, Puspa duduk di pangkuan Gahar. “Kenapa nggak bilang kalau mau datang?” “Kalau aku bilang, memangnya kenapa? Toh kamu nggak ak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD