BAB 3: KAU MASIH PERAWAN ?

1216 Words
Albert membuka matanya dan agak bingung saat menyadari kalau dirinya bukan berada di kamarnya. Dia mencoba untuk berpikir mengapa dia bisa berada disini dan sontak menoleh ke samping saat ingatan semalam datang. Disana ada seorang wanita yang masih tidur lelap dalam posisi telungkup dengan setengah tubuh bagian atas tidak tertutupi selimut. Untaian rambut hitamnya yang panjang, tidak menutupi tato yang memanjang dari bahu hingga ke pergelangan tangan kanannya. Ada satu tato lagi, tepat di bawah tengkuk dan merambat turun hingga ke tengah punggung mulus itu. “Sial!” maki Albert saat teringat rangkaian kejadian tadi malam. Dia selalu menjauhi wanita bermasalah dan sudah pasti wanita yang semalam menghabiskan malam sangat panas dengannya ini, amat sangat bermasalah! Ingatan tentang pertengkaran Karen dan wanita ini semalam sudah cukup menjelaskan kalau dia adalah korban jebakan mereka. Disaat bersamaan, dia dijebak oleh dua wanita yang memiliki motif berbeda. Karen jelas memberi obat perangsang pada minumannya untuk menjebaknya agar bisa tidur dengannya. Sedangkan wanita disampingnya, ingin membalas dendam pada Karen dengan cara menggantikan Karen untuk tidur dengannya. Dia tidak tahu mana yang lebih buruk? Jika dia meniduri Karen, dia yakin wanita itu sudah menyiapkan rencana lanjutan untuk meminta pertanggung jawabannya. Sedangkan wanita ini, membuatnya menidurinya hanya karena ingin membalas dendam pada Karen. Entah rencana busuk apa lagi yang ada di otak wanita tatoan disampingnya ini? Memikirkan yang terjadi semalam benar-benar membuatnya kesal setengah mati. Setelah bertahun-tahun dia berhasil menghindar dari berbagai jebakan para wanita yang ingin menjadi Nyonya Hartanto, sekalinya kepleset, dia terkena jebakan ganda! Disaat dia sedang berpikir apakah mau membangunkan wanita yang masih tertidur pulas ini untuk meminta penjelasan, atau pergi begitu saja, dia mendengar bel kamar hotel ini berbunyi. Dia mengerutkan alis saat mendengar suara bel itu. Siapa yang mencarinya? Tepatnya siapa yang tahu dia ada disini selain dua wanita yang menjebaknya ini, dan komplotan mereka? Otaknya mulai berputar tentang skenario kalau dia akan di grebek dan harus menikahi wanita tidak jelas di sampingnya ini. Oh tidak, dia tidak akan membiarkan hal itu terjadi! Setelah menimbang beberapa saat, dia memilih untuk berpakaian dulu dan baru membereskan semua kekacauan ini, jadi dia membiarkan bunyi bel yang masih terus dipencet. Dia menyibak selimut dan turun dari ranjang, lalu menggunakan pakaiannya. Walau tubuhnya terasa lengket karena pergulatan sepanjang malam sampai pagi, tapi dia masih bisa menahannya. Dia akan mandi setelah membereskan masalah ini! Setelah selesai berpakaian, dia berjalan ke arah pintu untuk membuka pintu itu dan bersiap menghadapi masalah di depan. Namun setelah beberapa langkah, dia berhenti dan berbalik berjalan ke arah ranjang, dia berniat untuk menutupi tubuh wanita itu. Dia tidak tahu siapa yang ada di depan, tapi tetap tidak pantas rasanya jika tubuh telanjang wanita ini nanti dilihat oleh orang lain. Biar bagaimanapun, dia memiliki dua kakak perempuan dan dia tidak ingin ada hal buruk terjadi pada mereka karena dia memperlakukan wanita lain dengan buruk. Dia terkejut saat menarik selimut untuk menutupi tubuh wanita itu dan ternyata melihat darah di atas ranjang. Fokusnya lalu berpindah ke wajah mulus wanita cantik yang masih tertidur itu. Baru sekarang dia bisa melihat jelas wajah wanita ini dimana semalam pandangannya sudah berkabut gairah. Dia menoleh sekali lagi ke bercak darah yang ada di ranjang dan mengerutkan alis saat menyadari sesuatu yang dia pikir sebelumnya tidak mungkin. Wanita ini sebelumnya masih perawan? Jika memang seperti itu, apakah dia benar-benar akan terjebak dengan harus menikahi wanita ini? Semalam adalah yang pertama kali untuknya, karena sebelumnya dia juga tidak pernah berniat meniduri wanita sebelum menikahinya! Kejutan ini cukup mempengaruhinya dan sekarang bunyi bel tanpa henti itu membuatnya merasa sangat terganggu dan mengumpat karena emosi yang bergejolak. “Tunggu, sialan!” oceh Albert sambil berjalan ke arah pintu dengan kesal setelah menyelimuti tubuh Jacq. Dia tidak menyadari kalau wanita yang baru diselimuti olehnya itu sebenarnya sudah bangun sejak tadi, dan membuka mata saat mendengar suara langkahnya menjauh. Jacq sebenarnya ikut terbangun saat Albert turun dari ranjang, namun wanita itu masih berpura-pura tidur karena malas berkonfrontasi dengan Albert. Dia berharap pria itu meninggalkannya begitu saja karena merasa dimanipulasi, atau ada urusan mendesak yang membuatnya harus segera pergi. Walau berhasil berpura-pura terlihat tidur, dia terkejut saat merasakan tubuhnya diselimuti dengan lembut. Pria itu menyelimutinya? Dia yakin pria itu sekarang sudah sepenuhnya sadar dan bisa mengetahui apa yang terjadi semalam. Tapi pria itu bukannya menyeretnya bangun, tapi menyelimuti tubuhnya? Ada getaran hangat di hatinya saat mendapatkan perlakuan lembut seperti ini. Bukan karena dia tidak pernah diperlakukan lembut oleh pria, tapi karena dia tahu, pria itu pasti menyadari kalau semalam dia memanipulasi keadaan hingga jadi seperti ini. Dia sendiri tahu kalau dia tidak sepantasnya diperlakukan dengan baik setelah apa yang dia lakukan pada pria itu. Dari lubang intip pintu, Albert hanya melihat seorang laki-laki berdiri di depan pintu kamarnya. Namun, untuk mencegah hal-hal merepotkan dan menyusahkan, dia tetap memasang kunci pengaman sebelum membuka pintu itu. Siapa tahu, ada orang yang bersembunyi dan tiba-tiba mendobrak kamarnya ketika dia membuka pintu, terus dia menjadi viral deh. Malas banget! “Siapa kau?” tanya Albert dari sedikit sela pintu yang terbuka. “Dimana, Jacq?” tanya Shawn. “Siapa?” tanya Albert. “Jacq, wanita yang tidur denganmu semalam,” jawab Shawn. “Siapa kau?” tanya Albert curiga, tapi kemudian dia ingat suara pria ini, sepertinya pria inilah yang menyeret Karen keluar dari kamar ini semalam, meninggalkannya dengan si wanita tatoan. “Buka pintunya, napa? Aku sudah pusing mendengar gadis manja itu mereog sejak malam, cepat suruh Jacq mengurusnya!” oceh Shawn. “Karen masih disini?” tanya Albert terkejut. “Dia di kamar sebelah dan kau bisa mengunjunginya kalau mau. Sekarang, dimana Jacq?” Tanya Shawn yang curiga kalau Albert menyakiti sahabatnya. “Dia masih tidur,” jawab Albert jujur. “Lalu? Ya bangunin lah, sekarang sudah hampir jam dua belas siang!” oceh Shawn yang sudah tidak sabar. “Baiklah, tunggu sebentar. Aku akan membangunkannya,” kata Albert sebelum berbalik dan Shawn mengangkat sebelah alisnya karena reaksi terlalu tenang pria di depannya ini, yang baru saja dijebak dari satu wanita ke wanita lainnya dan terlihat sangat tenang. Dia pikir pagi ini akan ada drama amukan dan kemarahan laki-laki yang merasa dipermainkan. Secara kalau hal itu terjadi padanya, dia sendiri pasti akan mengamuk. Albert terkejut saat melihat wanita yang dia pikir masih tidur itu, sekarang berdiri di satu meter darinya. Wanita itu baru saja keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan jeans robek-robek dan tank top tanpa warna hitam yang membalut tubuh seksi wanita itu. Albert seakan terhipnotis saat melihat wajah sangat cantik namun dingin itu. Mata tajam dengan bulu mata lentik itu seakan menghipnotisnya seperti semalam, dan t**i lalat di bawah mata sebelah kirinya seakan menambahkan kesan seksi pada wanita itu. Wajah luar biasa cantik dengan tubuh seksi, pasti membuat pria manapun akan terpana. Tanpa dia harapkan, bayangan percintaan panas mereka semalam berputar di kepalanya. “Semalam masih kurang?” ejek Jacq yang melihat gairah yang muncul di mata Albert. “Temanmu ada di depan,” jawab Albert tanpa mengalihkan matanya dari wajah Jacq, tepatnya tidak bisa mengalihkan pandangannya, bahkan dia tidak menghiraukan kalimat sinis wanita itu. Saat tidur saja wajah wanita ini sudah mempesona dan ternyata saat membuka mata, kecantikannya berkali lipat. “Kuyakin Shawn sudah tidak tahan dengan Karen,” kata Jacq tertawa sambil berjalan melewati Albert, namun tangannya dicekal Albert. “Kau masih perawan?” tuntut Albert. ***
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD