Bab 35

1240 Words

Suara tangisan bayi di tengah malam membuat tidur nyenyak Gibran terganggu. Dia yang asyik berkelana di dunia mimpi harus bangun dengan kesal. Diliriknya Aira yang masih tertidur dengan pulasnya. "Huh." Gibran menggerutu pelan. Dia bangkit dari ranjang lalu mendekati box bayi. Tampak wajahnya memerah. Dia bingung apakah harus membangunkan Aira atau tidak. Dia juga tak biaa merawat bayi itu dengan baik. Kedua mata bayi yang bulat sedang menatap dirinya. Sejenak dia tertegun. Namun, karena merasa bingung dia memutuskan untuk memanggil Aira. Menggoyangkan badan Aira. "Apa sih," keluh Aira. Dia baru bisa tidur setelah menyusui bayinya beberapa jam yang lalu. Enak jadi Gibran sudah tidur sejak tadi. "Nangis tuh." "Ya kamu gendong," ucap Aira dengan gemas. "Aku mana tahu soal itu." "Gendo

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD