Bab 33

1119 Words

"Kamu lama banget sih Gibran," ujar Aira dengan jengkel saat sang suami baru masuk ke dalam ruangannya. Masih menggunakan baju kerjanya. Tampak terlihat lebih tampan dan gagah. "Kenapa memang?" "Ya, gimana sih kamu. Udah punya anak juga. Anakmu itu udah lahir. Cepet adzanin gih. Pasti udah nunggu papanya," omel Aira. Dia masih belum menyadari apa yang dia katakan saat ini kepada Gibran Lelaki itu sejenak diam mematung mendengar kata papa disebut. Jika yang lahir bayi laki-laki pasti dia akan lebih bersemangat. Namun, nyatanya dia mendapatkan bayi perempuan. "Ini, Pak." Dokter menunjukkan letak bayi mungil nan cantik itu. Gibran terpaku melihatnya. Bayi itu sungguh cantik. Jika dilihat dari dekat mirip sekali dengannya. Gibran menghela nafas panjang, menggelengkan kepala pelan. Dia mula

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD