PT. Aditama

1108 Words

"Kamu lagi mikirin apa sih, De?" tanya Novan lagi. Alya memandangi pantulan wajah suaminya yang baru saja pulang bekerja di cermin. Wajah teduh yang selalu mengayominya setiap hari. Memberikan pengertian dan bersikap lemah lembut dengan apapun kesalahan yang telah di perbuatnya. "Mas ...," panggil Alya dengan lemah. "Iya De?" balas Novan. "Kenapa kita nggak coba buat punya anak?" Wajah Novan tidak berubah sedikitpun. Ekspresinya masih tetap datar. Sementara Alya malah berubah pucat. Ia takut apa yang dikatakannya akan menyinggung perasaan Novan. Bagimanapun juga, Novan adalah anak yang berbakti pada orang tuanya. Ia tahu kalau Ibu Nindy alias Ibundanya Novan belum ... juga bahkan tidak menginginkan cucu yang berasal dari Alya. "Ehm ... Boleh kok. Tapi nanti ya. Kita tunda dulu. Tungg

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD