Nana membuka matanya, tumben dia terlelap sampai lupa untuk bermimpi. Nana mengamati sekitarnya yang tampak asing. "Makan malam siap, bangun.." Jeno menutup berkasnya lalu beranjak dari kursi kerja yang ada di kamarnya. Nana dengan kembali takut mulai turun dan waspada akan sekitar. "Cepet!" Jeno terlihat tidak suka akan keleletan Nana. Nana turun dengan meremas tangannya, langkahnya terlihat ragu. Nana merasa marah lagi saat melihat Jeno namun tidak bisa berbuat apa - apa. Di lihat dari status saja dia sudah kalah dengan Jeno. Jeno meraih pinggang Nana dengan menatapnya tajam."Jangan bikin aku emosi Na.." geramnya. Nana yang tangguh, berani dan brandal dulu benar - benar hilang di bawa oleh kepergian Ben. Nana sekarang 100 persen lemah. Jeno bisa melihat kesenduan, kelel

