41

1126 Words

Jeno mengepalkan tangannya, dia tengah duduk di samping kasur pasien yang di tempati Nana. Nana terisak pelan."Maaf.."lirihnya penuh penyesalan, tindakannya memang tidak layak dan di luar batas. Terlalu gegabah dan berpikiran dangkal. Jeno melepaskan kepalannya dengan hembusan nafas panjang, mencoba meredam amarahnya. "Kamu ingin bebas? Kamu pikir dengan lakuin itu kamu bebas? Ga, karena aku bakalan ikut sama kamu" ujar Jeno dengan suara dingin. Nana terisak dengan sesekali meringis, perutnya terlalu sakit. Nana menekan pelan perutnya. Jeno yang melihat Nana kesakitan memejamkan matanya sesaat, Jeno benar - benar sudah di kendalikan oleh perasaannya. Jeno tidak bisa melihat Nana kesakitan seperti sekarang ini. Jeno mengusap perut Nana lalu beranjak, memutuskan untuk rebahan di sampin

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD