Fay diambang kebingungan, ia sangat ketakutan berada di Bar Tiger apalagi saat Tiger mencoba untuk mendekatinya. Namun satu hal yang dipikirkan oleh Fay ketika dirinya memutuskan akan ikut dengan Joe, dia merasakan ada suatu hal yang berbeda pada Joe dia hanya takut hal itu semakin membesar dan dia bisa mengetahuinya.
“Jika aku ikut dengannya, perasaan ini.. aku takut perasaan ini bertambah padanya dan aku takut tuan Joe mengetahuinya jika itu sampai terjadi tuan Joe pasti benar benar akan dalam bahaya karena hal itu bisa membuat tuan Tiger semakin membencinya. Aku tidak ingin menjadi salah satunya alasan kenapa mereka masih bersiteru. Lebih baik, aku disini dan tidak membuat keributan” pikir Fay dalam hati terdalamnya
“Ada satu alasan yang membuat ku tidak bisa memutuskannya” lirih Fay masih menatapi sorot mata Joe yang sangat menenangkannya baginya
Joe tersenyum tipis “Hanya orang bodoh yang bisa mengabaikan kesempatan untuk bebas” ujarnya lalu semakin mendekat ke arah wajah Fay
“Tu-tuan” lirih Fay mencoba membuat Joe untuk tidak melakukan hal yang dia pikirkan saat ini
Joe meniup jas miliknya yang digunakan Fay untuk menutup tubuhnya itu, tepat di bagian bawah bahu Fay. “Ini milikku, jangan dibiarkan bernoda” ujarnya lalu menatapi wajah Fay
“A-apa maksudnya?” pikir Fay dalam hatinya kini wajah Fay memerah malu
Joe kembali menjauh dan berdiri di hadapan Fay lagi “Jas ini. Maksud ku. Aku tidak suka barang milikku bernoda” jelasnya lagi
“Oh hm, ma-maaf tuan” ujar Fay yang segera membersihkan jas bekas tiupan Joe itu dengan tangannya refleks
Joe tersenyum menyungging sembari membuang wajahnya “Ahh sial” umpatnya sangat pelan dengan mata berbinar
“Ada apa tuan?” ujar Fay kini menatapi Joe penasaran karena tidak bisa mendengar perkataan Joe dengan jelas
Joe memutar bola matanya “Bukan apa apa” jawabnya datar
“Hm begitu ya” lirih Fay sangat pelan dan kini menunduk takut
Joe kembali duduk di kursinya yang tadi, ia kemudian membuka box rokok yang terletak di meja. Ia membawanya satu batang dan menaruhnya di bibir indahnya itu, kini ia menatap Fay.
“Ada apa tuan?” Tanya Fay lagi dan lagi
Joe hanya menunjuk korek api yang terletak di meja “Oh ini?” Fay segera membawanya dan menyodorkannya pada Joe
“Ini tuan” gugup Fay menggunakan kedua tangannya untuk memberikan korek api itu
Joe menggelengkan kepalanya “Ah salah ya” pikir Fay kembali panik
“Apa yang ini?” Fay menunjuk benda lainnya di meja
Joe menggeleng kesal sembari memutar bola matanya, ia kembali menunjuk korek api yang Fay pegang itu. “Benar ini ya?” gerutu Fay lagi sangat lirih
Joe mengangguk ia kemudian menunjuk korek api itu ke arah rokok yang ada di mulutnya. Fay memahami perintah dari Joe sekarang.
“Ah saya paham tuan” senyumnya terlihat begitu manis dan akhirnya ia pun berdiri dan mendekat ke Joe
Hal itu membuat jas milik Joe yang digunakan Fay untuk menutupi tubuh nya kini terjatuh. Menyisakan Fay yang memakai atasan terbuka dan rok yang mini. Fay duduk di samping Joe dengan raut wajah polosnya.
“Sebentar ya tuan” lirih Fay yang membuka batangan rokok itu dan mulai menggesekannya supaya menimbulkan api
Joe yang terlihat santai itu menatapi Fay penuh arti “Sebelumnya.. aku selalu membentak wanita yang jaraknya seperti ini denganku. Tapi.. kenapa dia seberani ini?” pikir Joe
“Sudah” senyum Fay yang sudah menyalakan korek api itu tepat ke ujung rokok Joe
Joe mengangguk dan mengisap rokok itu pelan lalu membuang asap nya dengan tenang “Oke, terima kasih” senyum Joe kini menatapi Fay tipis
“Ya” Fay tersenyum malu dan mengangguk
Fay melihat jas yang menutupi dirinya tadi tergeletak di lantai “Hah? Jas nya” ujarnya sangat pelan
“A-aku?” lirih Fay kemudian melihat dirinya malu
Wajahnya memerah dan ia segera bergegas membawa jas itu “Hei, ternyata kau pelupa ya?” ujar Joe menatapi kepergian Fay yang menjauh dari nya
“Ma-maaf tuan” gerutu Fay lalu duduk kembali di kursi yang di tempatinya sebelum nya
Ia kembali menunduk, ia sangat malu dengan apa yang telah di perbuatnya saat ini. Kenapa ia bisa tidak sadar dengan jas yang jatuh dari tubuhnya itu. Kini wajah nya memerah.
“Lama lama aku disini bisa bisa kau sebentar lagi jadi kepiting rebus” ujar Joe datar
Fay menatap ke arah Joe pelan “Ma-maaf tuan”
“Kenapa kau terus terusan meminta maaf? Aku muak mendengar nya” jelas Joe
Fay hanya menunduk, perasaannya kali ini sangat tidak nyaman. “Tuh kan benar, berada dengan tuan Joe jauh lebih berbahaya” tambah Fay dalam hatinya
“Aku telah menyewa mu dan kamar ini malam ini, jadi tidur lah disini” perintah Joe yang kemudian mengisap rokok nya lagi dengan tenang nya
Fay terbelalak dengan apa yang Joe katakan barusan “A-apa?” gerutunya
“Ya, kau tidur disini malam ini. Sayang kan kamarnya, aku sudah pesan kamar dan kau dengan harga yang sangat mahal” jelasnya dengan tatapan mata datar lalu asap dari mulutnya keluar, ah dia terlihat sangat cool
Fay menatapi Joe tidak percaya dengan tatapan takutnya “Tapi tuan.. aku tidak mau di-“ ujarnya terpotong langsung
“Jangan kau pikir aku juga akan tidur disini! Sialan! Jangan berpikir serendahan itu! Sudah ku bilang aku tidak sama dengan Tiger” jelas Joe lagi dengan rileksnya
Fay menghembuskan nafasnya lega “Ahh tuhan akhirnya kau selamat kan aku lagi” ujar nya dalam hati terdalam nya
“Kau tidur disini, ini sudah malam! Aku akan segera pergi 2 jam lagi” jelas Joe lagi
Fay mengangguk “Ba-baik tuan” dengan wajah yang kembali memerah
“Tenang saja aku tidak akan melakukan apapun. Tubuhku terlalu sempurna untuk gadis gadis kotor seperti kalian” jelas Joe yang lagi lagi membuat hati Fay teriris
Fay menatapi nya kesal “Ada apa?” Tanya Joe polos
“Aku tidak mengatakan nama Fay! Aku hanya bilang gadis gadis seperti kalian” gerutunya segera
Fay membuang nafas nya berat “Ahh terserah” pikirnya
“Sudah cepat tidur” datar Joe tanpa melihatnya dan kembali focus ke rokok nya
Fay hanya terdiam, sejenak dia pikir akan seperti apa dia kedepannya. Keadaan hidupnya benar benar berubah drastis semenjak kematian ayahnya.
“Hei, kenapa diam saja? Apa kau tidak mendengar ucapan ku?” sinis Joe kini menatapi Fay yang terlihat termenung itu
Fay menatap ke arah Joe segera “Saya bahkan lupa caranya untuk bisa tidur” jelasnya dengan tatapan kehancuran di matanya
“Hahh..” Joe membuang wajahnya dengan sedikit tersenyum
“Jangan terlalu mendalami keadaan” tambahnya lagi
Fay kini menatapi Joe dengan tatapan berbinar “Kadang pria ini membuat ku terjatuh, kadang juga membuat ku bangkit. Siapa sebenarnya dia? Apa dewa kematian atau justru dewa yang akan menyelamatkan ku. Ahh! Jangan berpikir terlalu jauh, bisa bisa seperti di drama. Dia bisa mengetahui perasaan ku sekecil apa pun padanya” ujarnya segera membuang wajahnya dari tatapannya pada Joe
“Aneh, orang orang menyebut si wajah polos bisa saja membunuhmu suatu saat. Apa dia tipe wajah polos yang akan seperti itu?” pikir Joe menatapi samping wajah Fay yang terlihat cantik itu
“Tidak!” ujar Fay tiba tiba kini menatapi Joe serius
Joe terkejut dan mengerutkan keningnya “Apa jangan jangan dia bisa membaca pikiran ku?” pikirnya
“Aku tidak mau tidur disini tuan, biarkan saja aku pulang ke rumah ku! Ku mohon ya, jika memang kau berbeda dari tuan Tiger maka tolong lah bebaskan aku dari sini” lirih Fay kini menatapi Joe penuh permohonan
Joe membuang asap rokok itu dengan santai nya “Ahh.. tidak bisa” datarnya
“Ke-kenapa seperti itu tuan?” gugup Fay yang masih tidak habis pikir dengannya
Joe menaikan satu kakinya dan ditumpangkan di kaki satunya lagi “Jika ku lepaskan kau, sama saja melepaskan hal yang berharga” ujarnya
“Berharga?” gerutu Fay dalam hatinya
Joe menatapi Fay lagi “Kau satu satunya yang bisa membantuku mengalahkan Tiger, melihat sikap Tiger padamu sudah ku jelaskan tadi bukan? Dasar muka polos yang bodoh” umpat Joe menatapi Fay kesal
“Heem ma-maaf tuan” lirih Fay yang segera menunduk
Pada dasarnya Fay harus tahu sangat kecil kemungkinan baginya untuk lari dari neraka ini, apalagi dia lah yang akan digunakan senjata perlawanan bagi Joe mau pun Tiger.
“Intinya saat ini.. aku jangan terlalu banyak berharap untuk bebas, hidup ku memang sudah sehancur ini, ini kekalahanmu Fay” gerutu Fay dalam hatinya
“Orang lemah seperti ku mana bisa melawan penjahat kelas kakap seperti mereka” tambah Fay lagi
“Apa lagi jika aku hanya sendirian sekarang, mana mungkin semua mimpi mimpi ku terwujud. Hanya mimpi suram” ujarnya lagi
Joe tiba tiba berdiri di hadapan Fay dan tiba tiba saja menaruh sapu tangan di mulut Fay “Maaf” jelas Joe membisikan hal itu padanya
“Hmm hmm” gerutu Fay mencoba melepaskan tangan Joe dari mulutnya
Lama kelamaan penglihatan Fay kabur dan kesadarannya pun hilang perlahan. Joe pun melepaskan tangannya dari mulut Fay, alhasil Fay pun terbaring di sofa itu.
“Hmm maaf aku sudah tidak tahan lagi” ujar Joe yang kemudian menggendong tubuh Fay dan hendak di pindahkan ke tempat tidur yang megah dan nyaman itu
*****
Sementara itu disana Sarah dan beberapa body guard kini Nampak berbincang bincang, dengan lantangnya music yang terdengar dan juga riuhan tamu yang sedang asik berjoget joget, mereka akhirnya sedikit menaikan suaranya..
“Jadi bagaimana?” Tanya salah satu body guard yang kini menatapi Sarah penuh pertanyaan
Perlu diingat disini Sarah mempunyai posisi yang sama dengan para body guard, ia juga memiliki kekuasaan terhadap Bar milik Tiger itu.
“Ini tetap pelanggaran. Kita harus melaporkan kedatangan tuan Joe pada tuan Tiger besok” jelas Sarah dengan percaya diri
Kedua body guard itu mengangguk “Baik”
Sarah pun pergi dari sana segera “Aneh padahal kan barusan tuan Joe berbincang sama Sarah, Sarah terlihat menyambut kedatangannya tapi..” ujar pria berbadan kekar itu
“Sudah lah! Dengar kan saja apa perintah Sarah, seburuk apa pun dia kita harus ingat dia yang paling di percaya oleh tuan Tiger disini” jawab temannya segera
“Tapi bagaimana jika dia sedang mencoba untuk mengadu domba tuan Joe dan Tiger?” ujar si pria yang satu nya itu dengan kekeuh
Si pria satunya lagi hanya tersenyum acuh “Biarkan saja, memang nya kita dapat apa dari semua ini? Gaji kita tetap segitu oleh tuan Tiger, jadi kita ikuti saja Sarah antara Joe atau pun Tiger yang menang kita lihat saja. Siapa yang menang kita akan ikut bersamanya”
“Eh kalau tuan Joe yang menang bagaimana? Memang nya semudah membalikan telapak tangan apa bekerja di tempatnya?” jelasnya
Ia kembali tersenyum “Takdir tidak ada yang tahu kan? Jalani saja, sudah diam! Saat nya bersenang senang bersama gadis gadis itu”
“Oh iya kau benar”
Sarah berjalan menjauh dari mereka dengan tersenyum merekah “Saat ini aku tidak berada di pihak mana pun, tapi perlu ku perjelas tentunya bukan pihak tuan Tiger! Maaf telah membuat kalian menjadi pancingan ku saat ini haha. Karena rasanya aku sangat bahagia melihat Tiger terluka” gerutunya dalam hati nya