Pembicaraan malam ini..

1805 Words
Fay membelalak kali ini dia benar benar tidak tahu kenapa dan alasan apa yang ada di pikiran Joe sampai sampai dia mau membayar lunas hutang ayah nya yang berjumlah milyaran itu. “Apa dugaan ku benar? Apa mereka saat ini mereka sedang mencoba memperebutkan ku? Mereka berdua menyukai ku? Harta, tahta dan kini aku yang mereka incar! Sebenarnya ada apa dengan mereka? Apa semua karena tingkah ku yang terlalu polos, aku takut jika terlibat dengan mereka lagi. Tuhan ku mohon pisahkan aku dari dunia suram ini” pikir Fay lagi “Jangan berpikir aku menyukai mu! Aku melihat Tiger yang memperlakukan mu sangat berbeda dari pekerja yang lain jadi Perlu ku jelaskan aku melakukan ini karena aku masih tidak mau kalah dari Tiger, beberapa kali aku disebut perebut hak Tiger oleh keluarga kandung Tiger dan karena ucapan mereka aku tertarik untuk membuat hal itu menjadi kenyataan jadi aku semakin tertantang untuk mendapat kan apapun dari Tiger aku tidak akan kalah darinya, aku cukup kalah dari kasih sayang orang tua tapi tidak akan kalah lagi dari hal apapun. Termasuk kau, Fay! Kau harus ada di pihakku” gerutu Joe dengan sorot mata penuh kebencian kini menatapi Fay tajam Fay terdiam ia semakin bingung dengan apa yang diucapkan oleh Joe itu, ia juga semakin heran dengan takdirnya. Kenapa dia harus terlibat diantara dua saudara yang sama sama berbahaya dan memiliki hubungan buruk itu. “Keadaan ku saat ini benar benar dalam bahaya. Bagaimana jadinya jika kedua pria berbahaya ini memperebutkan ku??” gerutu Fay sangat takut Joe menatapi Fay semakin dalam “Jangan takut begitu, mau kan kau ikut ke pihakku?” ujar Joe sangat pelan terdengar seperti bisikan “Ya tuhan, bagaimana ini? Tatapan nya tatapan itu, seperti ancaman yang sangat membahayakan. Bagaimana kehidupan ku selanjutnya jika ku jawab Ya dan ikut bersama Joe? Dan bagaimana jika sebaliknya jika aku tetap di sini dan bersama tuan Tiger? Tuhan bagaimana ini, apapun keputusannya tidak ada yang jauh lebih baik” gerutu fay dalam pikirannya yang sudah mulai kacau itu Joe mendekat kan wajahnya masih dengan tatapan membunuh padanya “Aku bisa mendapatkan apa pun dari Tiger, jika memang hal itu tidak bisa ku dapatkan dari Tiger maka tidak akan kubiarkan Tiger atau siapapun memilikinya. Mengerti?” ancamnya lagi Tatapan Fay berbinar, matanya semakin berkaca kaca tubuhnya pun ikut bergemetar hebat “Tolong jangan membuatku mati ketakutan” pikirnya dengan menatapi Joe “Dia jauh lebih mengerikan dari tuan Tiger” tambahnya lagi Joe kembali berkata “Cepat jawab” ujarnya dengan nada yang sangat datar “Tapi bagaimana dengan tuan Tiger?” lirih Fay dengan menunduk Joe tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh Fay barusan itu ia kemudian tersenyum yang terlihat seperti menghinanya “Apa ini? Kau membela Tiger? Orang yang sama sekali tidak sepenuhnya kau kenal, dia juga selama ini telah menyiksa mu ditempat ini. Apa kau tidak ingin keluar dari tempat ini?” “Benar juga, tapi..” lirih Fay sangat pelan Joe menatapi Fay sangat penasaran “Tapi apa?” “Tapi tempat tuan Joe dan tempat tuan Tiger mungkin sama saja kan” lirihnya terdengar seperti bisikan Joe membuang muka dan tersenyum “Kau masih belum tahu perbedaanya apa?” ujar Joe kini menatapi Fay dengan merendahkannya lagi dan lagi “Perbedaannya..” lirih nya menerka nerka ucapan dari Joe itu Fay masih sibuk dengan pikirannya “Ya! Itu dia, mungkin” gerutu Fay dalam hatinya “Perbedaan terbesar nya adalah, Tiger mencoba untuk menyentuhmu tapi aku tidak. Jelas?” ujar Joe kini menatapi Fay dengan tatapan serius Fay terdiam dan kini terpana melihat sosok Joe yang terasa sedikit lebih baik dari Tiger “Benar” lirihnya pelan “Jadi bagai mana keputusan mu?” datar Joe lagi Fay kembali berpikir “Aku ingin pergi, namun tidak ke tempat yang sama sama suram! Aku ingin pergi ke tempat dimana keinginanku bisa terkabul. Jika kembali lagi pergi ke bar dan klub mau pun milik tuan Joe atau tuan Tiger itu sama sama saja” pikirnya “Akan coba ku pikirkan, aku butuh waktu” jawab Fay Joe mengangguk angguk “Baik, aku akan kemari lusa. Semoga Tiger belum melakukan hal itu padamu” ujar Joe berusaha menakut nakutinya “Aghhh apa yang harus ku lakukan” gerutu Fay dalam hatinya benar benar kebingungan Joe bangun dari duduknya dan mendekati Fay “Mungkin saja Tiger saat ini sedang menuju kemari dan tidak sabar ingin segera menyentuhmu” “Aku takut” lirih Fay menggenggam tangannya kuat kuat *****                                       Tiger kini berada di depan bar miliknya, dia berniat untuk segera menemui Fay. Namun sepanjang perjalanan dia memikirkan satu hal bagaimana dirinya bersama Rose yang saat itu masih sangat kecil. Tiger tidak memiliki perasaan lebih pada Rose, hanya saja dia menganggap nya sebagai adik yang akan selalu menuruti perkataan abangnya. Berbeda dengan Rose yang menganggap Tiger kecil itu adalah pasangannya sampai saat ini. “Ahh kenapa sekarang aku malah memikirkan ucapan Rose” umpatnya dengan kesal Tiger membuang nafasnya berat dan bergegas ke dalam bar itu dengan pikiran yang masih kesana kemari mengingat hal yang di katakan oleh Rose tadi. Saat ini kekuasaan Tiger dalam perusahaan terlarang ayahnya itu sedang diambang kebangkrutan, ia menguasai 12 bar besar dan 10 restoran mendiang ayahnya yang kedua bidang itu sama sama diam diam menjual narkoba dan sejenisnya di dalam bisnis makanan dan minumannya itu. Rose berdiri dan menatapi Tiger kesal “Tiger! Ingat tawaran ku! Dan kau harus mengingat juga pertarungan di pengadilan akan dimulai lusa! Kau harus memulai strategi sejak sekarang! Jangan pernah membuang buang waktu lagi, kau tak boleh kalah lagi Tiger!” Kata kata Rose terngiang ngiang di pikiran Tiger, saat ini dirinya memang sangat membutuhkan strategi namun dia saat ini juga sedang ingin bertemu dengan Fay. Tiger kini sudah berada di dalam bar dan beberapa body guard sudah berdiri di hadapannya atas perintah dari Sarah, Sarah yang sedang berada di belakang mereka Nampak tersenyum sombong menatapi Tiger. “Siapkan wajah mahal itu untuk kena pukulan dari tuan Joe, hah! Ternyata benar dugaan ku soal pembunuhan terhadap ayahku ternyata hal ini juga terjadi pada Fay! Aku yakin kau adalah dalang di balik semua ini” pikir Sarah sembari menatapi Tiger kesal “Perlahan namun pasti aku akan membalaskan dendamku, mungkin kali ini hal terbaik untuk balas dendam adalah membuat kau terjatuh dari pukulan tuan Joe! Namun lain kali aku yang akan membuat usaha haram mu ini terjatuh semuanya” tambah nya lagi Tiger berhenti di hadapan ke dua body guard yang kini tengah menatapi Tiger takut itu, takut karena harus melaporkan bahwa ada tuan Joe di dalam bar miliknya. Mereka tadinya akan menelpon Tiger namun karena melihat Tiger yang tiba tiba datang membuat mereka semakin gugup untuk melapor. Berbeda dengan mereka, Tiger justu menatap ke lain arah dengan pikiran yang masih melayang mengingat ngingat perkataan Rose tadi. “Fay! Maaf kali ini aku masih belum bisa menyentuhmu! Mungkin setelah persidangan itu selesai aku akan segera menemuimu” pikir Tiger kemudian membalikan badannya dan pergi ke arah luar lagi “Tu-tuan” gerutu mereka yang nampaknya tidak di dengar oleh Tiger Tiger kembali pergi dan masuk ke dalam mobilnya, niat nya kali ini adalah untuk bertemu dengan Rose dan memulai untuk menyusun rencana baru supaya bisa menjatuhkan Joe yang merupakan lawannya itu. “Kekuasaan ku saat ini sedang di pertaruhkan” gerutu Tiger dalam hatinya “Terima kasih Rose, adikku” tambahnya lagi dengan tersenyum karena ia merasa sangat beruntung karena Rose yang cerdas itu kini berada di pihaknya sejak kecil Sarah kini berada di antara ke dua body guard itu “Sialan! Kenapa tuan Tiger malah pergi?” gerutunya “Kami juga tidak tahu, tapi untunglah! Setidaknya kami tidak kena pukul karena melaporkan tentang tuan Joe” gerutu mereka Sarah menatapi mereka jijik “Pecundang” umpatnya ***** “Tapi jika aku ikut dengan mu semuanya akan bertambah runyam, mungkin tuan Tiger akan mencari cari ku ke tempat mu” gerutu Fay terdengar sangat ketakutan Pasalnya dia tidak mengenal Joe, meskipun pertama kali bertemu Joe memperlihatkan sisi baiknya tetap saja Fay masih belum mengenal siapa Joe sebenarnya. “Jika aku ikut dengannya.. ahhh bagaimana” pikir Fay dengan menatapi Joe takut “Sepertinya bukan itu alasan nya, alasan mu yang sebenarnya adalah karena masih belum mempercayaiku. Benar kan?” ujar Joe kini berjalan mendekat ke arah Fay dan berdiri tepat di hadapannya Fay menjauh perlahan dengan memegangi sofa lembut itu, Joe mendekat kan wajahnya. Benar. Ketakutan Fay pada Joe berbeda rasanya dengan saat bersama Tiger hal ini membuatnya semakin bingung dan gugup. “Tu-tuan Joe” lirih Fay menatapi kedua sorot mata Joe yang terlihat sangat tenang itu seakan akan ia sekarang tidak melakukan hal apapun yang salah Joe semakin mendekat kan wajahnya pada Fay “Pikir kan dulu hal ini baik baik, kau ingin bebas dari Tiger atau ingin menyerahkan dirimu padanya?” bisik Joe padanya “Aku akan menemui mu lagi, tapi ku berharap semoga tubuh mu belum dijamah oleh nya” tambahnya lagi terdengar seperti ancaman Fay diambang kebingungan, ia sangat ketakutan berada di Bar Tiger apalagi saat Tiger mencoba untuk mendekatinya. Namun satu hal yang dipikirkan oleh Fay ketika dirinya memutuskan akan ikut dengan Joe, dia merasakan ada suatu hal yang berbeda pada Joe dia hanya takut hal itu semakin membesar dan dia bisa mengetahuinya. “Jika aku ikut dengannya, perasaan ini.. aku takut perasaan ini bertambah padanya dan aku takut tuan Joe mengetahuinya jika itu sampai terjadi tuan Joe pasti benar benar akan dalam bahaya karena hal itu bisa membuat tuan Tiger semakin membencinya. Aku tidak ingin menjadi salah satunya alasan kenapa mereka masih bersiteru. Lebih baik, aku disini dan tidak membuat keributan” pikir Fay dalam hati terdalamnya “Ada satu alasan yang membuat ku tidak bisa memutuskannya” lirih Fay masih menatapi sorot mata Joe yang sangat menenangkannya baginya Joe tersenyum tipis “Hanya orang bodoh yang bisa mengabaikan kesempatan untuk bebas” ujarnya lalu semakin mendekat ke arah wajah Fay “Tu-tuan” lirih Fay mencoba membuat Joe untuk tidak melakukan hal yang dia pikirkan saat ini Joe meniup jas miliknya yang digunakan Fay untuk menutup tubuhnya itu, tepat di bagian bawah bahu Fay. “Ini milikku, jangan dibiarkan bernoda” ujarnya lalu menatapi wajah Fay “A-apa maksudnya?” pikir Fay dalam hatinya kini wajah Fay memerah malu Joe kembali menjauh dan berdiri di hadapan Fay lagi “Jas ini. Maksud ku. Aku tidak suka barang milikku bernoda” jelasnya lagi “Oh hm, ma-maaf tuan” ujar Fay yang segera membersihkan jas bekas tiupan Joe itu dengan tangannya refleks Joe tersenyum menyungging sembari membuang wajahnya “Ahh sial” umpatnya sangat pelan dengan mata berbinar “Ada apa tuan?” ujar Fay kini menatapi Joe penasaran karena tidak bisa mendengar perkataan Joe dengan jelas Joe memutar bola matanya “Bukan apa apa” jawabnya datar
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD