Sarah memutar bola matanya “Sialan! Rasanya semakin kesel aja liat ucapan mereka” Pikirnya dalam hati
Fay hanya menunduk dengan tatapan kosong mendengar jelas semua perkataan mereka yang terdengar mengolok olok dirinya. “Tuhan? Ternyata ada orang orang seperti mereka di dunia ini” gerutu Fay dalam hati
“Hey! Jangan terlalu banyak tertawa cepat bawa Fay ke kamar tuan Joe!” perintah Sarah menatapi semuanya kesal
Cloe dan Angelle terlihat sangat terkejut “E-eh iya iya”
“Benar! Kalau terlalu lama bisa bisa tuan Joe marah” tambah Angelle
Fay terlihat panic “Kalian! Kalian benar benar akan membawa ku kesana? Apa kalian setega itu?” teriak Fay histeris saat tangannya kembali di pegangi oleh Cloe dan Angelle
“Diam! Semua orang butuh uang untuk hidup! Belajar lah mulai sekarang” bisik Cloe sambil tersenyum
Angelle juga tersenyum lebar “Ahh andai saja kali ini aku yang berada di posisi anak baru ini, pasti aku kegirangan bukan main” gerutunya
“Kita sama Fay, tapi maaf kali ini kau harus mengorbankan sesuatu! Aku yakin kau bisa membuat misi ku perlahan terpecahkan. Aku akan segera mendekati mu setelah selesai dengan tuan Joe” ujar Sarah menatapi kepergian Fay
Mereka berempat kini berdiri di hadapan kamar yang telah Joe katakan “Kalian akan mengantarku kan? Ku mohon jangan tinggalkan aku sendirian” lirih Fay menatapi Cloe dan Angelle dengan tatapan sendu
“Oh oh oh, kau ingin melihat kami di siksa tuan Joe apa? Mana mungkin kami akan berada di sana, masa iya kami tahan melihat kemesraan kalian berdua” senyum Cloe menatapi Fay tidak habis pikir
Angelle mengangguk “Haha dasar gadis lugu! Bodoh”
“Sudah sudah! Hentikan ocehan kalian, Fay! Cepat masuk ke dalam tuan Joe pasti sudah menunggu” jelas Sarah menatapi Fay serius
Fay terlihat takut dan kini menatapi mereka bertiga “Tolong..” lirih Fay sangat pelan
“Sebelum nya aku belum pernah mengkhianati tuan Tiger si iblis itu, tapi untuk rencana ku ini aku harus memastikan tuan Tiger dan tuan Joe terlibat perkelahian lagi, aku senang setiap melihat kekalahan tuan Tiger dari tuan Joe! Aku selalu tersenyum atas setiap darah yang berjatuhan dari wajahnya, apalagi jika benar benar tuan Joe bisa membuat usaha tuan Tiger hancur secepatnya! Meski aku belum bisa menemukan bukti atas kematian ayahku dulu, tapi setidaknya aku bisa melihat tuan Tiger menderita karena adik tiri nya, mungkin kejahatan yang di lakukannya pada ayahku juga terjadi pada orang lain. Aku yakin pada saatnya tiba tuan Tiger akan tertangkap!” jelas Sarah dalam hatinya
Cloe dan Angelle mendorong tubuh Fay masuk ke dalam kamar sana dan segera menutup pintu itu rapat rapat. “Selamat bersenang senang dengan tuan Joe yang tampan itu Fay” teriak Cloe dan Angelle
“Sttt jangan terlalu berisik nanti body guard disini sadar akan keberadaan tuan joe” lirih Angelle menatap ke sekeliling
Sarah tersenyum tipis “Walau pun para body guard itu tidak tahu, harus segera ku beri tahu mereka! Agar aku bisa melihat Tiger Lucas King kembali babak belur” ujarnya
Fay berada di dalam kamar itu, dengan pakaian minim yang kini menutupi sebagian tubuh indahnya. Fay menatap ke depan, terlihat dimana Joe yang duduk di sofa yang terdapat di depan kasur empuk bertema putih disana itu.
“Ya tuhan, aku harus bagaimana ini?” lirih Fay dengan takut dan menunduk
Joe menatapi Fay datar “Ada apa? Kenapa gugup? Duduk lah” ujar nya sembari menatapi Fay penuh arti
“Ta-tapi” lirih Fay dengan menatapi Joe semakin takut
Joe menaikan alisnya bingung “Ada apa? Jangan tertekan seperti itu” datarnya lagi
“Pakaian ku, aku tidak nyaman dengan ini” lirih Fay lagi dengan sangat pelan terdengar seperti bisikan
Joe membuang wajahnya sembari tersenyum “Jangan kau pikir aku tertarik dengan mu, wanita sepertimu banyak diluaran sana! Jangan terlalu berharap” ujarnya yang langsung saja membuat hati Fay sakit entah kenapa mungkin karena sejak awal melihat Joe, fay merasa ada yang berbeda dengannya.
“Apa itu artinya tuan Joe sama sama saja dengan tuan Tiger? Yang selalu bermain wanita” gerutu Fay dalam hatinya dengan menunduk
Joe menatapi Fay terlihat kesal “Duduk!” perintahnya dengan sedikit di tekan hal itu membuat Fay tambah ketakutan dan akhirnya segera duduk di hadapan Joe
“Ba-baik tuan” lirih Fay segera duduk dengan ragu ragu
Joe membuka sebotol minuman dan menyajikannya di Gelas yang terletak di meja antara mereka itu, Joe kemudian meneguknya pelan. Fay hanya memerhatikannya dengan tatapan yang masih takut. Joe tiba tiba membuka jas hitam nya itu, hal itu membuat Fay berspekulasi kemana mana dan terlihat ketakutan hingga akhirnya dia menjauh pelan.
Joe melempar jas itu pada Fay tepat di wajahnya “Pakai itu, jika kau merasa tidak nyaman dengan pakaian mu saat ini! Sudah ku bilang jangan terlalu berharap pada ku, aku tidak akan pernah mau untuk menyentuhmu” ujarnya tersenyum tipis dan sangat jahat padanya
“Hmm ma-maaf tuan, bukan seperti itu” lirih Fay terlihat takut bercampur malu menatapi Joe
Joe tersenyum dalam hatinya, entah lah Fay sangat membuat mood nya kembali. Fay pun membenarkan jas yang diberi oleh Joe itu untuk menutupi tubuhnya. “Sudah lah, aku kesini ingin membicarakan sesuatu” ujar Joe kini menatapi Fay sangat serius
“Sesuatu? Hal apa tuan?” lirih Fay dengan suara yang terdengar gugup namun dirinya sangat penasaran dengan kelanjutan perkataan Joe pada nya
Joe menatapinya beberapa saat “Apa kau kesini atas kemauan mu atau? Karena paksaan?” ujarnya singkat dengan tatapan yang tajam
“Hemm, ke-kenapa tuan bertanya hal itu?” gugup Fay semakin bingung dan tidak karuan
Joe menaikan satu kaki di atas kaki lainnya dan menyenderkan badannya di sofa itu nafasnya terdengar sangat menenangkan saking sunyi nya suasana diantara mereka berdua ini. Ia Nampak terlihat santai dan rileks, tiba tiba saja dia kembali menatapi Fay.
“Aku melihat Tiger bersikap aneh akhir akhir ini” ujar nya
Fay menatapi Joe heran dan bingung dengan apa maksud dari Joe “Aneh? Seperti itu ya, bahkan aku merasa dia memang aneh” ujar Fay dengan suara yang sangat lirih
“Apa katamu?” ujar Joe kini menatapi nya dengan tatapan mengintimidasi karena memang Joe tidak mendengar jelas apa perkataan Fay
Fay menarik nafasnya dalam dalam dan segera menggeleng kan kepalanya “Ti-tidak tuan, tidak ada apa apa! Bisa tolong lanjutkan pembicaraannya?” ujar Fay kini mencoba membuat Joe mengerti
“Hm aneh, oke aku lanjut” desis Joe sangat pelan
“Aku melihat kau di seret paksa ke dalam bar ini, sebelumnya Tiger tidak perlu menyeret seorang wanita untuk bekerja disini bahkan semua wanita hampir mengantri untuk bekerja disini karena bayaran yang sangat mahal” jelas nya
Fay mengerutkan kening nya “Apa prasangka ku benar, tuan Tiger benar benar melakukan ini karena menyukai ku? Dia membiarkan ku tinggal sendirian di kamar itu sementara pekerja yang lain bisa pulang ke rumahnya masing masing” pikir Fay
“Fay?” ujar Joe kini menatapi nya heran yang terlihat merenung itu
Fay menoleh “I-iya?”
“Apa sebelumnya kau sudah mengenal dia?” Tanya Joe lagi kembali menatapi Fay dengan tatapan yang serius
Fay semakin lama semakin nyaman dengan pembicaraan antara dirinya dan sang adik dari tuan nya itu “Belum, tapi ayah ku mengenal nya karena tuan Tiger selalu memberikan pinjaman uang pada ayah. Tapi semenjak kematian ayah, tuan Tiger segera meminta ku untuk ikut bersama nya dan bekerja disini supaya bisa mengganti semua hutang ayahku” jelas Fay
“Jadi ini semua karena hutang?” senyum Joe menatapi Fay tidak percaya
Fay menatapi nya sendu kemudian diri nya mengangguk pelan “Ya” jawabnya
“Ternyata tuan Joe tidak jauh berbeda dengan tuan Tiger, mereka sama sama berdarah dingin yang mematikan wajar saja karena mereka itu kan saudara” pikir Fay dalam hatinya yang terasa begitu kesal
Joe menatapi Fay datar “Jangan berpikir yang tidak tidak! Aku sama sekali tidak sama dengan Tiger, jangan berpikir seperti itu. Karena aku jauh lebih baik darinya” jelas Joe yang spontan membuat mata Fay terbelalak kaget
“Ko bisa dia mengetahui apa yang di pikirkan ku?” gerutu Fay dalam hati nya
Sementara itu di balik pintu, Sarah yang berada di sana terlihat kaget dengan apa yang telah di dengarnya. “Fay, alur cerita mu sangat sama dengan ku! Berarti Tiger sudah membunuh banyak tulang punggung selama ini. Insting ku benar mengenai mu Fay! Aku yakin kita bisa menjatuhi Tiger hukuman suatu saat, yang bisa setimpal dengan apa yang telah ayah kita rasakan” pikir Sarah dalam hatinya
“Sudah waktunya aku membuat wajah Tiger babak belur lagi” senyum nya lalu pergi dari sana dan segera menemui beberapa body guard yang tengah berdiri berjaga jaga, kenapa bisa mereka diam saja setelah melihat kedatangan Joe ke bar nya? Ya, karena Joe sering mengatakan hal sama ke para bodyguard sama dengan ke para pelayan contoh nya Angelle, Cloe dan yang lainnya. Mereka tahu betul saat ini kekuasaan Tiger di ambang kehancuran oleh adiknya sendiri.
Joe tersenyum angkuh “Sudah, sekarang bicarakan berapa hutang ayah mu pada Tiger?” Tanya nya dengan tatapan yang serius
“Bermilyaran” jawab Fay lirih
Joe mengerutkan keningnya “Sampai separah itu ya?” ujarnya
“Ya, tidak aneh kenapa ayah bisa sestress itu. Semua ini karena kesalahanku yang selalu saja membebankan dia” Fay semakin terbawa suasana
Joe terdiam beberapa saat kemudian ia membuang mukanya dan tersenyum sombong “Jangan terlalu pesimis, hidup memang kejam! Kekejaman itu menyerang semua kalangan bukan hanya yang miskin saja, semua mengalaminya dalam jalur yang berbeda beda” gerutunya
“Sial, kejam sekali perkataan nya” pikir Fay refleks mengumpat dalam hatinya
Fay menarik nafasnya dalam dalam “Tapi aku harus ingat siapa sekarang yang sedang aku hadapi, dia bukan orang biasa! Keadaan ku sedang berada dalam bahaya, lingkungan ku sangat berbahaya saat ini. Ya tuhan kenapa bisa seperti ini?” gerutunya dalam hatinya
“Jangan tersinggung oleh kenyataan, jika tersinggung artinya kau pecundang yang tidak mau mengakui keberadaan mu saat ini” sindirnya lagi lagi membuat Fay sangat terpukul
Fay mencoba menahan amarahnya yang memang sangat tidak mungkin untuk membeludak saat itu “Ya tuhan, ku pikir awalnya tuan Joe ini jauh lebih baik dari tuan Tiger. Tapi nyatanya, bibir dia jauh lebih kejam dari pada sikap tuan Tiger” gerutunya lagi
“Aku ingin memastikan apa kah kau layak bekerja di Bar ku? Dengan bayaran dua kali lipat disana, jika memang kupastikan kau layak aku akan membayar semua hutang ayah mu pada Tiger” jelas Joe lagi
Fay membelalak kali ini dia benar benar tidak tahu kenapa dan alasan apa yang ada di pikiran Joe sampai sampai dia mau membayar lunas hutang ayah nya yang berjumlah milyaran itu. “Apa dugaan ku benar? Apa mereka saat ini mereka sedang mencoba memperebutkan ku? Mereka berdua menyukai ku? Harta, tahta dan kini aku yang mereka incar! Sebenarnya ada apa dengan mereka? Apa semua karena tingkah ku yang terlalu polos, aku takut jika terlibat dengan mereka lagi. Tuhan ku mohon pisahkan aku dari dunia suram ini” pikir Fay lagi
“Jangan berpikir aku menyukai mu! Aku melihat Tiger yang memperlakukan mu sangat berbeda dari pekerja yang lain jadi Perlu ku jelaskan aku melakukan ini karena aku masih tidak mau kalah dari Tiger, beberapa kali aku disebut perebut hak Tiger oleh keluarga kandung Tiger dan karena ucapan mereka aku tertarik untuk membuat hal itu menjadi kenyataan jadi aku semakin tertantang untuk mendapat kan apapun dari Tiger aku tidak akan kalah darinya, aku cukup kalah dari kasih sayang orang tua tapi tidak akan kalah lagi dari hal apapun. Termasuk kau, Fay! Kau harus ada di pihakku” gerutu Joe dengan sorot mata penuh kebencian kini menatapi Fay tajam
Fay terdiam ia semakin bingung dengan apa yang diucapkan oleh Joe itu, ia juga semakin heran dengan takdirnya. Kenapa dia harus terlibat diantara dua saudara yang sama sama berbahaya dan memiliki hubungan buruk itu.