Part 19

1510 Words

“Gimana sayang, kamu diterima?” Tanya gue sambil tangan gue masih sibuk menandatangani tumpukan berkas. “Aku diterima,” pekik dia senang dan langsung memeluk leher gue dari belakang. “Selamat ya,” kata gue ikut senang. Hari ini selesai dia ngelamar pekerjaan di perusahaan yang dia mau, dia langsung nyamperin gue ke kantor. Katanya mau langsung nyampaiin kabar gembira ini. Sebenarnya gue gak setuju Luna kerja, makanya udah dalam sebulan ini gue ulur-ulur waktu biar dia gak lamar kerjaan dulu dengan berbagai alasan, dan minta dia buat benar-benar cari perusahaan yang bagus karena gue gak mau istri gue kerja disembarang tempat. Tapi ujung-ujungnya tetap aja Luna maunya kerja, jadi gue cuma bisa pasrah. “Sayang, coba kamu tebak siapa yang punya perusahaan itu.”  “Kan aku udah bilang kemar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD